Newsletter

Tiga Kali, Empat Kali, dan Kegalauan Investor

Market - Raditya Hanung & Anthony Kevin, CNBC Indonesia
22 March 2018 06:20
  • IHSG naik lebih dari 1% pada perdagangan kemarin.
  • Bursa utama Asia cenderung melemah.
  • Wall Street melemah tipis, investor galau soal suku bunga acuan.

Jakarta, CNBC Indonesia - IHSG ditutup menguat cukup signifikan pada perdagangan kemarin. Tren pelemahan yang terjadi selama enam hari beruntun pun selesai.

IHSG ditutup menguat 1,11% ke 6.312,83 poin pada perdagangan kemarin. Pelemahan yang terjadi selama enam hari berturut-turut telah membuka ruang untuk aksi borong, karena harga aset yang sudah lebih murah.

Seluruh sektor ditutup menguat, dipimpin oleh sektor agrikultur yang naik hingga 2,96%. Transaksi berlangsung ramai yaitu senilai Rp 9,19 triliun dengan frekuensi 389.124 kali yang melibatkan 11,21 miliar unit saham. Sebanyak 250 saham mencatatkan kenaikan harga, 109 saham melemah, sementara 213 lainnya stagnan.

Investor nampak memburu saham-saham emiten perkebunan utamanya minyak sawit mentah (CPO) yang sudah tertekan dalam beberapa hari sebelumnya. Aksi beli ini didukung oleh penguatan harga CPO.

Pada perdagangan kemarin, harga CPO kontrak pengiriman Juni naik tipis 0,04% ke level 2.44 ringgit/ton, masih dipicu oleh kuatnya ekspor dari Malaysia selaku produsen CPO nomor dua di dunia. Kenaikan harga ini merupakan yang ketiga kali secara berturut-turut.

Beberapa saham emiten agrikultur yang mencatatkan kenaikan signifikan, di antaranya ALLI (+6,54%), LSIP (+5,49%), dan SIMP (+4,35%).

Investor asing masih melakukan jual bersih senilai Rp 775,15 miliar. ASII (Rp 225,16 miliar), BMRI (Rp 159,22 miliar), BBNI (Rp 118,43 miliar), TLKM (Rp 80,03 miliar), dan ADRO (Rp 78,51 miliar) merupakan saham-saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

Penguatan IHSG terjadi di tengah-tengah bursa saham regional yang mayoritas mengakhiri hari di zona merah. Indeks Nikkei 225 turun 0,47%, Shanghai Composite melemah 0,27%, Hang Seng terkoreksi 0,43%, Straits Times berkurang 0,06%, dan Kospi minus 0,02%.

Pelaku pasar nampak masih bermain aman sembari menantikan hasil pertemuan dewan gubernur The Federal Reserve/ The Fed. Investor masih menanti petunjuk apakah The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya lebih dari tiga kali tahun ini. Jika the Fed ternyata berencana menaikkan suku bunga acuan secara lebih agresif, maka aliran modal keluar ke negeri Amerika Serikat (AS) berpotensi berlanjut.

Selain itu, rencana Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan batasan perdagangan lebih jauh terhadap China, masih menjadi sentimen negatif yang membebani pergerakan bursa regional.


Pernyataan The Fed Buat Wall Street Gugup
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading