Internasional

Harga iPhone X yang Selangit Jadi Bumerang Buat Apple

Market - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 March 2018 14:06
Analis Nomura menurunkan target perkiraan penjualan iPhone pada tahun 2018 dari 226 juta unit menjadi 221 juta.
Jakarta, CNBC Indonesia - Analis Wall Street percaya Apple akan kalah bersaing dengan produsen ponsel lainnya karena konsumen tidak lagi tertarik membeli ponsel pintar dengan harga sangat mahal.

Nomura Instinet menegaskan kembali peringkat netral saham Apple dan memprediksi perusahaan itu akan melaporkan penjualan iPhone yang di bawah target tahun ini.


"Laporan permintaan kami menunjukkan ada sedikit kenaikan pada permintaan iPhone tahun 2018. Penurunan di rantai suplai juga menandakan proyeksi terhadap iPhone belum mencapai titik terendahnya," kata analis Jeffrey Kvaal, melalui sebuah catatan kepada klien pada hari Senin (19/3/2018), dilansir dari CNBC International.


"Ada tanda-tanda lain dari tantangan di pasar. ... Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi pasar ponsel pintar adalah harga. Kami melihat beberapa indikasi elastisitas pasar menurun," tambahnya.

Saham Apple turun 1,5% pada hari Senin setelah laporan tersebut beredar.

Kvaal mencatat promo beli satu gratis satu yang di tawarkan AT&T untuk pembelian iPhone X tidak berjalan dengan baik dan akhirnya dihapuskan dua minggu kemudian.

Analis Korea di perusahaan tersebut juga membeberkan laporan preorder Samsung Galaxy S9, ponsel pintar terbaru dari Samsung, yang turun 30%.

"Kami tidak yakin ini adalah kebetulan belaka bila produk tertinggi dari portofolio perusahaan, model [iPhone] X, adalah tipe yang melemah," ujarnya.

"Para vendor di China mungkin lebih fokus pada segmen pasar menengah. Data-data ini sesuai dengan teori harga penjualan rata-rata (ASP), di mana ponsel pintar dengan harga rata-rata bisa mengalahkan penjualan ponsel pintar terbaik."


Akibatnya, analis Nomura menurunkan target perkiraan penjualan iPhone pada tahun 2018 dari 226 juta unit menjadi 221 juta unit dibandingkan target yang ditetapkan oleh Wall Street, yaitu 224 juta unit.

Ia juga menegaskan kembali target harga saham Apple sebesar US$175, yang artinya turun 2% dibandingkan penutupan hari Jumat.

Apple tidak merespons permintaan untuk menanggapi hal tersebut.
Artikel Selanjutnya

Penjualan iPhone Lesu, Apple Kehilangan Rp 891 T dalam 3 Hari


(prm)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading