Jangan Sampai Terlambat! Kurangi Makan 5 Menu Ini, No.4 Favorit di RI

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Sabtu, 06/06/2026 14:00 WIB
Foto: Ilustrasi Hipertensi Naik. (Pexels)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering dijuluki sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat memicu berbagai penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

Data menunjukkan pola makan menjadi salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi tekanan darah. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh secara berlebihan dapat membuat tekanan darah naik secara perlahan tanpa disadari.

Mengurangi sejumlah jenis makanan tertentu bisa menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sebab jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan makan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko hipertensi dan berbagai komplikasi berbahaya.


Melansir Beautynesia dari laman Medical News Today, Mayo Clinic, dan Healthline, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya mulai dibatasi untuk membantu menekan risiko tekanan darah tinggi:

1. Makanan Tinggi Garam atau Natrium

Makanan dengan kandungan natrium tinggi menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya tekanan darah. Natrium membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga volume darah meningkat dan jantung harus bekerja lebih keras.

Beberapa contoh makanan tinggi natrium antara lain makanan cepat saji, sarden kalengan, mi instan, daging olahan, serta berbagai produk dengan tambahan penyedap rasa.

Dalam jangka panjang, konsumsi natrium berlebihan dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.

2. Daging Olahan dan Daging Berlemak

Sosis, nugget, daging asap, hingga kornet termasuk dalam kategori daging olahan yang umumnya mengandung garam dan bahan pengawet dalam jumlah tinggi.

Sementara itu, daging berlemak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Penumpukan kolesterol di pembuluh darah membuat aliran darah terganggu dan memicu kenaikan tekanan darah.

Jika dikonsumsi terlalu sering, kombinasi lemak jenuh dan natrium dapat memperbesar risiko hipertensi serta penyakit kardiovaskular.

Ilustrasi goerngan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Ilustrasi Gorengan (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

3. Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Minuman bersoda, minuman manis kemasan, es krim, permen, dan aneka kue manis juga perlu dibatasi.

Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan peradangan dalam tubuh. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah sehingga tekanan darah ikut meningkat.

Selain itu, konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang juga berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 yang sering berjalan beriringan dengan hipertensi.

4. Gorengan

Ini menjadi salah satu makanan yang paling sulit dihindari masyarakat Indonesia. Mulai dari bakwan, tahu isi, tempe goreng, pisang goreng hingga aneka camilan kaki lima lainnya menjadi favorit banyak orang.

Namun, makanan yang digoreng umumnya mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kolesterol jahat serta memicu penumpukan plak di pembuluh darah.

Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar dan tekanan darah berisiko meningkat. Untuk pilihan yang lebih sehat, makanan sebaiknya diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.

5. Makanan dan Minuman Berkafein Tinggi

Kopi, minuman energi, teh berkafein tinggi, hingga cokelat mengandung kafein yang dapat memengaruhi tekanan darah pada sebagian orang.

Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf dan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sementara. Efek ini biasanya lebih terasa pada orang yang sensitif terhadap kafein atau sudah memiliki riwayat hipertensi.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti adrenalin yang membuat denyut jantung meningkat lebih cepat.

Meski tidak semua orang harus menghindari kafein sepenuhnya, para ahli menyarankan untuk membatasi konsumsinya dan memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi minuman berkafein.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron