Ingin Asam Urat Normal? Ini Buah-buahan yang Wajib Ada di Menu Harian
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Asam urat merupakan salah satu jenis radang sendi yang sangat menyakitkan, yang terjadi akibat penumpukan zat asam urat berlebih di dalam darah.
Kondisi ini memicu pembentukan kristal tajam di persendian, yang biasanya menimbulkan gejala berupa kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri yang luar biasa. Bagian tubuh yang paling sering terkena dampaknya adalah pangkal jempol kaki, meski bisa juga menyerang pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, jari, hingga siku.
Menurut dr. Jonathan Greer, spesialis penyakit rematik di Arthritis and Rheumatology Associates of Palm Beach, Florida, asam urat adalah jenis radang sendi yang paling umum terjadi di Amerika Serikat, namun masih banyak kasus yang tidak terdiagnosis maupun tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada nyeri sendi. Mengabaikan pengobatan asam urat diketahui berhubungan dengan risiko gangguan kesehatan lain, seperti sindrom metabolik, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga risiko serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, pengendalian kondisi ini melalui obat-obatan dan perubahan gaya hidup sangatlah penting.
Selain pengobatan medis, pengaturan pola makan juga berperan besar dalam menjaga kadar asam urat tetap stabil. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah jenis buah apa saja yang aman dan justru bermanfaat bagi penderita asam urat. Berikut penjelasannya, sebagaimana diulas dalam laporan Everyday Health yang ditinjau secara medis oleh dr. Samir Dalvi.
Mengapa Buah Bisa Membantu Mengontrol Asam Urat?
Zat asam urat di dalam tubuh berasal dari dua sumber: sekitar dua pertiga diproduksi oleh tubuh sendiri, dan sepertiga sisanya berasal dari makanan yang dikonsumsi. Zat yang bernama purin menjadi penyebab utamanya - zat ini akan diubah menjadi asam urat saat tubuh memecahnya. Oleh sebab itu, penderita asam urat disarankan menjalani diet rendah purin.
Meskipun semua buah mengandung fruktosa atau gula alami, sebagian besar jenis buah utuh memiliki kadar purin yang rendah.
Margaret O'Brien, ahli gizi terdaftar senior di Banner Health, Arizona, menjelaskan bahwa mengonsumsi buah dalam jumlah wajar justru terbukti dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Selain itu, buah juga kaya akan vitamin C, antioksidan, serat, dan kandungan air yang tinggi. Vitamin C diketahui efektif membantu menurunkan kadar asam urat, sementara kandungan air yang banyak membantu tubuh membuang kelebihan zat tersebut lewat urin.
5 Jenis Buah yang Baik untuk Penderita Asam Urat
Kuncinya adalah memilih buah yang kaya nutrisi, kadar gula alaminya tidak terlalu tinggi, dan dikonsumsi dalam batas wajar. Berikut rekomendasinya:
1. Ceri
Ceri adalah jenis buah yang paling banyak diteliti manfaatnya bagi penderita asam urat. Terutama ceri asam, buah ini mengandung antosianin, senyawa yang memiliki sifat antioksidan dan anti-radang yang kuat.
Penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi setidaknya 10 butir ceri setiap hari mengalami perbaikan gejala, dan risiko serangan asam urat menurun hingga 35% dibandingkan yang tidak memakannya. Minum 240 mililiter jus ceri asam tanpa gula juga terbukti efektif menurunkan kadar asam urat dan mengurangi frekuensi serangan nyeri.
2. Buah Beri (Bluberi, Stroberi, Rasberi)
Kelompok buah beri sangat kaya akan vitamin C yang berfungsi menekan produksi asam urat. Dibandingkan jenis buah lain seperti anggur, buah beri memiliki kadar gula alami yang jauh lebih rendah namun kandungan antioksidannya sangat tinggi. Buah ini juga merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, yang juga menjadi bagian dari pola makan sehat untuk menjaga kesehatan jantung.
3. Kiwi
Satu buah kiwi mengandung vitamin C lebih banyak dibandingkan dua buah jeruk. Dalam satu cangkir potongan kiwi juga terdapat sekitar 5 gram serat yang baik untuk pencernaan dan menjaga berat badan ideal - hal ini penting karena obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama asam urat.
Meskipun belum ada penelitian langsung pada penderita asam urat, kandungan nutrisinya menjadikan kiwi buah yang sangat direkomendasikan. Namun, perlu diingat: kulit kiwi sebaiknya tidak dimakan oleh penderita asam urat atau batu ginjal, karena mengandung oksalat tinggi yang bisa memicu pembentukan kristal baru.
4. Buah Sitrus (Jeruk Manis, Jeruk Bali, Lemon)
Seperti halnya kiwi, buah-buahan sitrus adalah sumber vitamin C yang sangat baik dan memiliki efek anti-radang. Mengonsumsi buah utuh ini dapat membantu menurunkan kadar asam urat sekaligus menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Sebuah penelitian menyebutkan, konsumsi sekitar 500 miligram vitamin C per hari berhubungan dengan penurunan risiko asam urat pada pria. Disarankan untuk memakan buahnya secara langsung, bukan dalam bentuk jus, karena satu gelas jus bisa mengandung gula setara beberapa buah jeruk namun kehilangan banyak serat dan nutrisi pentingnya.
5. Nanas
Selain kaya vitamin C, nanas memiliki keunggulan lain, yaitu mengandung enzim alami bernama bromelain.
Senyawa ini telah diteliti memiliki potensi untuk mengurangi peradangan dan menurunkan kadar asam urat, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan efektivitasnya secara khusus bagi penderita asam urat.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Meskipun buah sangat bermanfaat, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hindari buah olahan atau kemasan yang ditambahkan gula, sirup, atau pemanis buatan, karena kandungan gula tambahan justru bisa memicu kenaikan asam urat.
Buah yang memiliki kadar gula alami cukup tinggi seperti anggur, mangga, atau kurma sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang lebih dibatasi.
Sebagai catatan, informasi ini bersifat umum dan diambil dari sumber terpercaya. Pengaturan pola makan merupakan pendukung pengobatan, bukan pengganti saran medis dari dokter.
Penderita asam urat disarankan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.
(dag/dag) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]