Pop Mart Gandeng Sony Garap Film Labubu
Jakarta, CNBC Indonesia - Senyum lebar Labubu akan hadir di layar lebar setelah produsen mainan Pop Mart dan Sony Pictures Entertainment mengumumkan rencana untuk mengembangkan film yang bercerita mengenai monster jelek-imut tersebut.
Film tersebut, yang diumumkan dalam pernyataan Pop Mart pada Kamis lalu (19/3/2026). Ini menandai langkah besar dalam ekspansi yang telah lama dinantikan dari perusahaan asal Tiongkok Pop Mart untuk karakter-karakter terkenalnya.
Langkah ini menyoroti tekad Pop Mart untuk mengubah Labubu dari sekedar boneka viral menjadi waralaba hiburan dengan jangkauan internasional yang luas. Perusahaan tersebut menggarisbawahi ambisi itu awal tahun ini ketika mengatakan London akan menjadi kantor pusat Eropa mereka.
Paul King, pembuat film nominasi BAFTA di balik Paddington, Paddington 2, dan Wonka, dikabarkan akan memproduseri dan menyutradarai film tersebut. Ia juga akan ikut menulis skenario bersama Steven Levenson, penulis pemenang penghargaan yang terkenal dengan Dear Evan Hansen.
Dikutip dari Reuters, film ini masih dalam tahap pengembangan awal dan direncanakan sebagai hibrida live-action dan CGI, menurut Pop Mart dan Sony.
Pop Mart mengatakan pihaknya mengambil inspirasi dari strategi Disney dalam upaya mengubah popularitas Labubu menjadi kesuksesan yang berkelanjutan.
Eksekutif perusahaan mengatakan ada ruang lingkup yang signifikan untuk mengembangkan karakter Pop Mart, seperti Labubu, ke dalam konten, hiburan, taman hiburan, dan merchandise tambahan, seperti yang telah dilakukan Disney dengan kekayaan intelektualnya yang paling terkenal.
Analis Morningstar, Jeff Zhang, mengatakan kemitraan dengan Sony Pictures merupakan tonggak penting dalam upaya Pop Mart untuk mendiversifikasi aliran pendapatannya.
"Mengingat popularitas global Labubu, film ini kemungkinan akan menambah pendapatan lisensi Pop Mart di masa mendatang," kata Zhang, dikutip dari Reuters dan CNA.
"Namun... kami tidak memperkirakan berita ini akan berdampak signifikan pada valuasi saham Pop Mart."
Popularitas global Labubu telah membantu mendorong saham perusahaan yang terdaftar di Hong Kong ini naik 64% selama setahun terakhir, mengangkat nilai pasar Pop Mart di atas gabungan nilai Hasbro, Mattel, dan Sanrio.
Kasing Lung, seniman dan penulis kelahiran Hong Kong yang dibesarkan di Belanda, menciptakan Labubu dan The Monsters dalam serangkaian buku bergambar yang dikenal sebagai The Monsters Trilogy pada tahun 2015. Adapun, Lung akan bertindak sebagai produser eksekutif dalam film tersebut.
(haa/haa) Add
source on Google