Begini Kondisi Kasus Covid di Indonesia setelah PPKM Dicabut

Lifestyle - Rindi Salsabilla, CNBC Indonesia
25 January 2023 09:20
Pengunjung memindai kode batang (scan barcode) aplikasi peduli lindungi saat memasuki Gandaria City, Jakarta, Senin (2/1/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Jumat (30/12/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Pengunjung memindai kode batang (scan barcode) aplikasi peduli lindungi saat memasuki Gandaria City, Jakarta, Senin (2/1/2023). Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Jumat (30/12/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak akhir 2022 lalu. Meski demikian, ini bukan berarti pandemi sudah berakhir. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa masih ada sejumlah kasus kematian akibat Covid yang tercatat setiap hari di Indonesia. Kabar baiknya, secara umum kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun bahkan sejak kebijakan PPKM di Indonesia resmi dicabut. 


"Sejak 30 Desember 2022 yang lalu telah dicabut PPKM oleh Bapak Presiden. Kalau kita melihat kasus konfirmasi, hariannya 238 [kasus]. Itu menurun dari harian dalam satu minggu terakhir ini, turun sekitar 24,41 persen," ungkap dr. Syahril melalui konferensi pers daring, Selasa (24/1/2023).

"Data rawat inap di rumah sakit atau BOR-nya saat ini 2,68 persen. Itu turun 13,31 persen hariannya dibandingkan dengan rata-rata dalam satu minggu," sebut dr. Syahril.

Berdasarkan data Kemenkes hingga Senin (23/1/2023), terdapat 119 kasus baru Covid-19 dengan 4 kasus meninggal dunia. Jumlah kasus baru itu merupakan angka terendah dalam periode tersebut.


"Positivity rate-nya di tanggal 23 januari ini 0,88 persen. Alhamdulillah pergerakannya ini sangat landai dan memang di bawah 5 persen rata-ratanya," kata Syahril.


Jubir mengatakan, kasus Covid-19 terbanyak saat ini adalah Omicron subvarian XBB dan BQ.1. Sementara itu, varian BA.4 dan BA.5 sudah mulai jarang ditemukan.


Meskipun jumlah kasus Covid-19 di Indonesia sudah menurun dan PPKM telah ditiadakan, Kemenkes mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melaksanakan vaksinasi booster kedua di daerah masing-masing.


"Kami mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah, khususnya dinas kesehatan provinsi kabupaten kota agar segera dapat melakukan berbagai upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi booster ini di daerah masing-masing," imbau Syahril.


"Bagi masyarakat yang sudah mendapatkan tiket segera datang ke fasyankes atau pos vaksinasi terdekat untuk mendapatkan vaksin booster," ucapnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bukan Menakuti, Pria Ini Positif Covid 411 Hari


(hsy/hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading