Internasional

Melania Buka Suara Soal Kerusuhan Massa Trump di Capitol

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
12 January 2021 10:45
First lady Melania Trump arrives to vote at the Morton and Barbara Mandel Recreation Center, Tuesday, Nov. 3, 2020, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/Jim Rassol)

Jakarta, CNBC Indonesia -Pendukung Donald Trump menyerbu Gedung Kongres di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat (AS) 6 Januari lalu. Mereka datang untuk melakukan aksi protes atas kemenangan Presiden AS yang baru, Joe Biden.

Hal ini membuat Melania Trump bereaksi. Istri dari Donald Trump ini mengatakan rasa kecewanya mengapa demonstrasi terjadi di Capitol minggu lalu yang disebabkan oleh pendukung suaminya.


Wanita berusia 50 tahun itu juga mengecam orang-orang yang telah menggunakan peristiwa tragis itu untuk menyebarkan gosip cabul, serangan pribadi yang tidak beralasan, dan tuduhan palsu serta menyesatkan tentang dirinya.

First lady Melania Trump speaks during a campaign rally at Magnolia Woods on Monday, Nov. 2, 2020, in Huntersville, N.C. (AP Photo/Chris Carlson)Foto: AP/Chris Carlson
First lady Melania Trump speaks during a campaign rally at Magnolia Woods on Monday, Nov. 2, 2020, in Huntersville, N.C. (AP Photo/Chris Carlson)

Pernyataan itu menandai komentar publik pertama ibu negara dalam lima hari sejak sekelompok pendukung Trump yang kejam, yang marah atas kekalahan Trump dalam pemilihan dan digerakkan oleh presiden sendiri.

"Saya kecewa dengan apa yang terjadi minggu lalu. Saya merasa ini memalukan bahwa di sekitar peristiwa tragis ini terdapat gosip yang cabul, serangan pribadi yang tidak beralasan, dan tuduhan palsu yang menyesatkan kepada saya dari orang-orang yang ingin menjadi relevan dan memiliki agenda," tulisnya dalam posting blog Gedung Putih seperti dikutip South China Morning Post.

"Kali ini semata-mata tentang menyembuhkan negara kita dan warganya. Ini tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi. Bangsa kita harus menyembuhkan secara sipil. Jangan salah tentang itu, saya benar-benar mengutuk kekerasan yang telah terjadi di Capitol negara kita.Kekerasan tidak pernah bisa diterima."

Dia juga mendesak orang-orang untuk menghentikan kekerasan. Bukan menilai orang dari warna kulit mereka atau menggunakan ideologi politik yang berbeda sebagai dasar untuk agresi dan kekejaman.

Namun Melania tidak berkomentar tentang suaminya atau perannya dalam mendorong para pendukungnya untuk pergi ke Capitol.

Seperti diketahui Trump telah menghabiskan waktu berminggu-minggu bersikeras bahwa dia menang dalam pemilu 3 November, dengan tuduhan penipuan yang meluas meskipun tidak ada bukti.

Sejumlah pejabat negara bagian dan federal, termasuk mantan Jaksa Agung AS William Barr, mengatakan tidak ada bukti penipuan dalam skala yang cukup besar untuk memengaruhi hasil.

Trump mendorong para pendukungnya untuk berbondong-bondong ke Washington Rabu lalu, hari yang ditetapkan bagi Kongres untuk mengesahkan pemilihan presiden.Setelah berpidato di rapat umum di dekat Gedung Putih di mana dia mendorong para pendukungnya untuk terus berjuang, mereka menyerbu Capitol.

Lantaran kejadian ini setidaknya lima orang, termasuk seorang petugas polisi Capitol, tewas.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading