Internasional

Pro Trump Siapkan Pemberontakan Senjata di Pelantikan Biden

News - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
12 January 2021 06:47
Robert Ramsey of Tulsa, Okla., wears a Trump mask at a rally at the Oklahoma Capitol, Wednesday, Jan. 6, 2021, in Oklahoma City. (AP Photo/Sue Ogrocki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, lembaga penegak hukum FBI memperingatkan adanya kemungkinan protes bersenjata yang direncanakan di Washington, D.C, termasuk 50 ibu kota negara bagian lainnya.

Peringatan ini dikeluarkan FBI pada Senin (11/1/2021), setelah terjadinya peristiwa penyerbuan para pendukung petahana Presiden Donald Trump di gedung parlemen AS, Capitol Hill, pada Rabu (6/1/2021) lalu. Disebut juga protes bisa mengarah ke pemberontakan bersenjata.


Karenanya, sejumlah pihak meminta Garda Nasional untuk mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington. Turis pun dilarang mengunjungi Monumen Washington hingga 24 Januari mendatang.

Kepala Biro Pengawal Nasional, Jenderal Daniel Hokanson, mengatakan mengharapkan sekitar 10.000 hingga 15.000 pasukan semi militer itu berada di Washington bersiaga membantu memberikan keamanan, logistik, dan komunikasi. Sementara Walikota Washington, Muriel Bowser meminta Departemen Dalam Negeri AS untuk membatalkan izin pertemuan publik hingga 24 Januari. 

"Periode perencanaan pengukuhan ini harus sangat berbeda dari yang lain," katanya kepada wartawan, dikutip dari Reuters.

Dalam sepucuk surat kepada Penjabat Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf, Bowser juga menyerukan "pendekatan baru" terhadap keamanan menjelang pelantikan Biden. Ia merujuk ada "serangan teroris yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Bowser meminta Wolf untuk memperpanjang periode "Keamanan Khusus Nasional" hingga 24 Januari. Biden sendiri dilantik 20 Januari.

Sebelumnya, penyerangan di Capitol yang menantang sertifikasi kemenangan Biden dalam pemilihan presiden November 2020, membuat anggota parlemen bersembunyi dan menewaskan lima orang. Puluhan orang telah didakwa dalam kekerasan tersebut dan ratusan kasus lainnya diperkirakan akan terjadi.

Terlepas dari bukti pemilihan yang adil, Trump telah menantang validitas kemenangan substansial Biden. Ini menyebabkan desakan pencopotannya meluas.

Selain melalui amademen ke-25, kubu oposisi Partai Demokrat di Kongres juga mulai mendorong Trump lengser dari jabatannya, dengan memperkenalkan sebuah artikel impeachment (pemakzulan) yang menuduhnya menghasut pemberontakan. Proses pemakzulan kedua semenjak Trump menjabat ini akan dilakukan mulai Rabu (13/1/2021).

Sementara itu Biden mengatakan ke wartawan bahwa dirinya tidak takut. "Saya tidak takut mengambil sumpah di luar," ujarnya mengacu pada pengaturan tradisional untuk upacara pelantikan di halaman Capitol.

Namun ia meminta orang-orang yang terlibat dalam penghasutan massa yang menyebabkan kerusakan besar diminta pertanggung jawaban. Pelaksanaan inagurasi presiden AS biasanya dihadiri ratusan ribu orang, namun karena pandemi Covid-19 hal tersebut mungkin akan dibatasi.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading