Nakes Kecewa, Ganti Pekerjaan karena Corona Gak Kelar-kelar

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
19 November 2020 16:42
Anggota perawat dan staf Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) melakukan aksi di tengah penyebaran penyakit COVID-19, di luar Downing Street di London, Inggris. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memang banyak masyarakat yang masih taat melakukan protokol kesehatan selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Namun, rupanya masih lebih banyak lagi yang lebih senang melanggar protokol kesehatan, bahkan sekadar menggunakan masker dengan benar saja sepertinya sulit sekali.

Dengan perilaku seperti ini, tidak heran jika angka kasus terjangkit Covid-19 di dunia mencapai lebih dari 56,5 juta, dengan 1,3 juta kasus meninggal dalam satu tahun terakhir.




Hal ini yang membuat banyak tenaga kesehatan (nakes), seperti dokter dan perawat kelelahan dengan keadaan saat ini. Tidak sedikit nakes yang meninggal dunia setelah merawat para pasien yang terpapar Covid-19.

Tidak sedikit juga nakes yang banting setir, mencoba menggantungkan seragamnya dan bekerja di bidang lain.



Nolwenn Le Bonzec, mantan perawat yang pindah dari kampung halamannya di salah satu wilayah Prancis, Brittany ke ibu kota Belgia, Brussel, menceritakan bagaimana dia menggantung seragamnya enam bulan lalu.

Sekarang dia membuat cupcake berwarna di toko bernama 'Lilicup'. Perubahan pekerjaan yang berbeda 180 derajat ini dianggap Bonzec sebagai sesuatu yang menyelamatkan kesehatan mentalnya.

"Saya bekerja selama lima tahun di rumah sakit. Sedikit demi sedikit saya melihat kondisi kerja menurun, dan kesehatan menjadi produk belaka. Awalnya, itu adalah profesi yang kami lakukan untuk menjadi manusiawi," kata pria berusia 27 tahun itu, dikutip dari AFP.

Sama seperti Le Bonzec, Thomas Laurent, mantan perawat lainnya, baru saja meninggalkan ruang gawat darurat rumah sakit di Lyon, Prancis tengah. Ia pindah pekerjaan sebagai penjual buku.

Padahal Laurent, pria kelahiran Prancis berusia 35 tahun, sudah bermimpi bekerja di rumah sakit sejak ia berusia 15 tahun. Mimpinya selama bertahun-tahun memang terwujud, namun situasi saat ini malah membuatnya banting setir pekerjaan.

"(Kondisi di sana) tidak lagi bisa ditoleransi," ujar Laurent.

Kecewa dengan Pemerintah dan Depresi yang Melanda
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading