Internasional

Vaksin Corona Disebut Tak Memberi Kekebalan Jangka Panjang

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
07 July 2020 09:05
Dr. Fauci


Jakarta, CNBC Indonesia - Perlindungan dari vaksin virus corona (Covid-19) mungkin berumur pendek. Hal ini diutarakan ilmuan top Amerika Serikat (AS) sekaligus tim task force Corona Geng Putih Dr. Anthony Fauci.

Ia menyebut membutuhkan "booster" untuk memperpanjang perlindungan. "Kita harus mengasumsikan bahwa itu akan terbatas," papar Fauci dikutip CNBC International, Selasa (7/7/2020).


Hal ini berbeda dengan vaksin campak dan rubela yang umumnya memberikan kekebalan seumur hidup. Setiap vaksin virus corona potensial, katanya, tidak mungkin melakukan hal yang sama.

"Jadi akan ada tindak lebih lanjut dalam kasus-kasus itu, untuk melihat apakah kita perlu dorongan lainnya. Kita mungkin banyak "booster" untuk perlindungan. Tapi saat ini, kita tidak tahu sampai berapa lama," jelasnya.

Meski demikian, ia berujar perlindungan seperti apa pun tetap harus disambut baik. Khususnya di kalangan masyarakat yang rentan seperti petugas kesehatan dan lansia, yang cenderung diprioritaskan ketika vaksin diberikan nanti.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini ada 16 perusahaan dengan kandidat vaksin dalam uji coba manusia secara global. Lebih dari 10 perusahaan di AS sudah dalam uji coba manusia atau bersiap untuk memulai uji klinis.

"Kami berharap seiring berjalannya kita bahwa pada akhir tahun ini atau awal 2021, kita setidaknya akan memiliki jawaban apakah vaksin ... aman dan efektif," kata Fauci.

Fauci adalah ahli virologi di AS. Sebelumnya dalam pandangannya, ia memaparkan kemungkinan kasus harian Covid-19 di AS naik hingga 100.000 orang per hari.

AS kini menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia yakni 2,6 juta. Sementara kasus Covid-19 global mencapai 11 juta lebih.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading