Jawara Oscar 2020, Ini Sinopsis & Keistimewaan Film Parasite

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar & Lynda Hasibuan , CNBC Indonesia
10 February 2020 14:24
Jawara Oscar 2020, Ini Sinopsis & Keistimewaan Film Parasite Foto: Parasite Oscar 2020. (AP Photo/Chris Pizzello)
Jakarta, CNBC Indonesia - Perhelatan ajang penghargaan paling prestisius dalam industri perfilman Hollywood, Academy Award ke-92 resmi berakhir. Salah satu pemenang, film Parasite besutan Bong Joon-Ho berhasil menyabet empat piala dalam penghargaan ini.

Parasite membawa pulang piala Oscar 2020 lewat kategori Best Original Screenplay, International Feature Film (Foreign Language Film), Best Director, dan Best Picture.

Ini adalah film berbahasa asing atau non-Inggris pertama yang memenangkan penghargaan gambar terbaik.Film ini tadinya dianggap sebagai underdog yang mampu mengalahkan pesaingnya yang kuat dari 1917 dan Once Upon a Time in Hollywood untuk memenangkan film terbaik.


Aku tidak bisa berkata-kata. Kami tidak pernah membayangkan ini terjadi. Kami sangat senang," kata Kwak Sin Ae, produser Parasite selama pidato penerimaannya, Senin (10/2/2020).


[Gambas:Video CNBC]





Sebelumnya Parasite menjadi nominasi dalam enam kategori, yakni Best International Feature Film (Foreign Language Film), Best Director, Best Original Screenplay, Best Picture, Best Film Editing, serta Best Production Design.


Parasite menjadi film asal Korea Selatan, bahkan Asia, pertama yang mendapatkan piala Oscar 2020 untuk kategori Best Picture. Asia tentu bangga, sebab dengan menangnya film ini, membuka gerbang bagi film Asia lain untuk mengikuti jejaknya.


Gisaengchung atau Parasite menggambarkan kesenjangan sosial dan ekonomi dua keluarga di Korea Selatan. Ialah keluarga Kim Ki Taek (Song Kang-Ho) tinggal di sebuah rumah sempit bawah tanah bersama istrinya, Choong Sook (Jang Hye-Jin) dan kedua anaknya, Kim Ki-Woo (Cho Woo-Shik) dan Kim Ki-Heong (Park So-Dam). Mereka bertahan hidup dengan melipat kotak pizza.




Suatu hari, teman Kim Ki-Woo menawarkan pekerjaan untuk menjadi guru les bahasa Inggris anak dari keluarga Park yang kaya raya. Kim Ki-Woo awalnya ragu, sebab ia belum lulus kuliah dan tidak memiliki ijazah.


Namun karena butuh uang, akhirnya ia menerima pekerjaan tersebut. Adiknya, Kim Ki-Heong, membantu Kim Ki-Woo untuk memalsukan ijazah agar meyakinkan keluarga Park. Dari pekerjaan ini, dua keluarga ini langsung mengalami petualangan yang tidak mereka duga.


Kisah Parasite yang menyoal kesenjangan ekonomi, menurut Bong Joon-Ho, ternyata normal terjadi di negeri ginseng sana. Mereka yang kaya, akan selalu menjadi kaya, sedangkan yang miskin akan tetap miskin.




Namun, dalam sebuah wawancara, Bong Joon-Ho mengatakan jika film Parasite memiliki makna ganda. Ia mengatakan, "Karena ceritanya tentang keluarga miskin yang menyusup dan merayap ke dalam rumah kaya, tampaknya sangat jelas bahwa Parasite mengacu pada keluarga miskin, dan saya pikir itu sebabnya tim pemasaran agak ragu-ragu."


"Tetapi jika Anda melihatnya dengan kata lain, Anda dapat mengatakan bahwa keluarga kaya, mereka juga parasit dalam hal pekerjaan, mereka bahkan tidak bisa mencuci piring, mereka tidak bisa menyetir sendiri, sehingga mereka menjadi lintah dari keluarga miskin yang bekerja, sehingga keduanya parasit," lanjutnya.


Dengan kata lain, Bong Joon-Ho mengatakan bahwa hubungan si kaya dan si miskin merupakan lingkaran simbiosis parasitisme yang sulit untuk dihindari. Tidak ada yang menyangka jika kedua keluarga itu masing-masing merupakan parasit dalam hubungan tersebut.


Dalam film ini, ia juga merepresentasikan istilah "Hell Joseon", yakni sebuah ungkapan populer pada akhir 2010-an di Korea, yang menggambarkan kesulitan hidup di Korea Selatan, khususnya kepada kaum muda.


Sebetulnya sudah banyak film dengan kisah kompleks si kaya dan si miskin, namun Bong Joon-Ho berhasil menggambarkan hal tersebut dengan apik, tanpa perlu memberikan penekanan bahwa ini si kaya dan itu si miskin dalam filmnya.


Maka itu tidak heran jika Bong Joon-Ho berhasil memenangkan piala Palme d'Or di Festival Film Cannes pada 25 Mei 2019 dan menjadi film Korea Selatan pertama yang mendapatkannya.


Gerbang kemenangan lain pun terbuka lebar. Pada Golden Globe Awards ke-77, Parasite juga dinominasikan untuk tiga penghargaan termasuk Sutradara Terbaik dan Skenario Terbaik, dan memenangkan Film Berbahasa Asing Terbaik, menjadi film Korea pertama yang mencapai prestasi tersebut.


Parasite juga menjadi film asing kedua yang pernah dinominasikan untuk Screen Actors Guild Award untuk Penampilan Luar Biasa oleh Cast in a Motion Picture sejak film Life Is Beautiful tahun 1997 silam. Parasite akhirnya memenangkan kategori tersebut, dan kembali menorehkan sejarah perfilman Korea di kancah internasional.


Selanjutnya, Parasite juga memenangi penghargaan Original Screenplay selain Film Not In The English Language dalam ajang British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), menjadi film Korea kedua yang berhasil membawa pulang piala Best Film Not in the English Language dalam BAFTA sepanjang sejarah. Piala itu pertama kali dibawa pulang Korea Selatan lewat film The Handmaiden karya Sutradara Park Chan-Wook pada 2018.


Selain itu, Sutradara Bong Joon-Ho juga memenangkan International Film Festival Rotterdam (IFFR) Audience Award yang juga dikenal dengan BankGiro Loterij Audience Award. Hingga kini, Parasite berhasil memenangkan berbagai nominasi dari puluhan ajang penghargaan film internasional.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading