Catat, 11 Desember 2019 Jadi Harbolnas Khusus Produk Lokal!

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar , CNBC Indonesia
07 November 2019 16:15
Catat, 11 Desember 2019 Jadi Harbolnas Khusus Produk Lokal! Foto: Infografis/Tips Belanja Harbolnas/Arie Pratama, CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2019, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) akan mendedikaskan hari pertama untuk penjualan produk-produk lokal.

Hal ini dilakukan guna mensosialisasikan lebih jelas terkait batasan produk lokal, selain itu juga untuk mengembangkan jangkauan pasar produk-produk Tanah Air.

"Kami akan mengulang kesuksesan Harbolnas 2018 dengan menambah 1 hari, yakni 11 Desember 2019 khusus untuk promo terbaik produk lokal," ujar Ketua Umum idEA, Ignatius Untung dalam acara Media Luncheon Harbolnas-idEA di kawasan SCBD Jakarta, Kamis (7/11).


Produk-produk lokal yang ditawarkan, menurut Untung, tidak melulu berarti kerajinan tangan atau sejenisnya. Banyak sekali barang-barang lifestyle, termasuk elektronik, make up, skincare dan lainnya yang merupakan produk-produk buatan Indonesia.




Menurut data lembaga penelitian AC Nielsen, Harbolnas 2018 berhasil mencatatkan penjualan produk lokal yang cukup signifikan. Setidaknya 46% barang yang terjual selama gelaran Harbolnas 2018 adalah produk-produk lokal.

Di tahun yang sama, AC Nielsen juga mencatat kenaikan jumlah transaksi sebanyak lebih dari 6 kali lipat. "Kami memang menargetkan sekitar 8 kali lipat transaksi harian," imbuh Untung.

Selain itu, Untung juga mengatakan idEA akan membuka jejaring baru. Ia menjelaskan bagaimana mensosialisasikan seluas mungkin sektor perdagangan digital melalui Harbolnas tahun ini.

"Tidak hanya produk gaya hidup atau produk-produk elektronik saja, kami ingin semua bisa dipasarkan secara luas dan mudah melalui digital. Kami bahkan berharap platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung dengan Harbolnas kali ini," papar Untung.

Selanjutnya, idEA juga mengedepankan netralitas dalam Harbolnas tahun ini. Hal ini tentu menjadi salah satu faktor penting terkait kepercayaan konsumen, dan tentu saja peserta.

Bagi para oknum peserta yang ketahuan menggelembungkan harga sebelum didiskon, akan masuk ke dalam 'daftar hitam' sebagai hukuman sosial.

"Kita tidak bisa kasih sanksi secara hukum ya, tapi mereka akan kena hukuam sosial. Nanti kita akan punya list pemain-pemain atau pedagang-pedagang yang melakukan praktek tidak etis ini. Harapannya ini menjadi acuan dan hukuman sosial bahwa ini kasusnya seperti apa ada di situ semua," bebernya.

Selain itu, kurang dari satu pekan sosialisasi pendaftaran Harbolnas, setidaknya sudah ada 170 platform telah mendaftarkan diri. Di sisi lain, hubungan idEA dengan Pemenrintah yang terjalin dengan baik bisa membuka berbagai peluang dukungan demi mulusnya penyelenggaraan Harbolnas 2019.


Meskipun, menurut Untung, sebagian besar platform seringkali melakukan promo bulanan masing-masing, ia meyakini jika Harbolnas tetap memiliki daya tarik lebih di mata konsumen, sebab Harbolnas dikenal memiliki promo terbaik sepanjang tahun.

"Hasil Harbolnas 2017-2018 naik dari 4,8 ke 6,8 triliun. Naiknya bisa sampai 2 triliun, bisa gede sekali 50%, karena kita mengubah Harbolnas dari satu menjadi dua hari," ungkap Untung.

"Kalau Harbolnas tahun 2018-2019 kan 2 hari, jadi seharusnya kenaikan 1 triliun masih masuk akal sih," tukasnya.\


[Gambas:Video CNBC]

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading