Gara-gara BTS, Demam Boyband Kembali Melanda AS

Lifestyle - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
14 August 2019 12:12
Gara-gara BTS, Demam Boyband Kembali Melanda AS Foto: BTS (Instagram/bts.bighitofficial)
Jakarta, CNBC Indonesia - Panggung dan obsesi terhadap boyband yang sempat redup di Amerika Serikat, kembali menyala berkat grup vokal pria asal Korea Selatan, BTS (Bangtan Boys atau  Beyond the Scene).

Boyband yang beranggotakan tujuh orang ini memiliki tiga album nomor 1 di tangga lagu Billboard. Bahkan video musik untuk single "Boy with Luv" berhasil memecahkan rekor YouTube yang ditonton oleh banyak orang  hanya dalam 24 jam.



Dilansir dari Billboard, grup ini juga berhasil meraup US$44 juta dan menarik hampir 300.000 penggemar dari tur 6 stadion di AS.


Melihat hal ini, pemimpin senior editorial musik di Billboard, Jason Lipshutz sempat mengatakan kepada CNBC Make It bahwa BTS seperti pemandangan yang bagus untuk disaksikan. "Kami belum pernah benar-benar melihat fenomena seperti BTS," ujar Jason Lipshutz.

Kesuksesan BTS di negara Paman Sam telah mendorong perbandingan terhadap boyband lawas seperti Backstreet Boys, NSYNC, Westlife, Boys II Men, dan New Kids On the Block, serta One Direction. Tetapi prestasi kelompok ini hanya satu bagian dari kebangkitan K-pop, sebuah genre yang telah meraup sukses sejak tahun 1990-an.

Grup K-pop pertama, Seo Taiji and Boys, memulai debutnya pada tahun 1992 dengan lagu "I Know" yang sarat dengan unsur hip-hop dan R&B. Meskipun lagu itu jauh dari musik tradisional Korea Selatan, Seo Taiji and Boys menjadi sangat populer dan mengubah musik country selamanya.

Gara-gara BTS, Demam Boyband Kembali Melanda AS Foto: BTS Cover Majalah Time (dok.billboard.com)




Namun sebagian besar warga Amerika baru mengenal K-pop 20 tahun kemudian, ketika lagu "Gangnam Style" oleh Psy dirilis tahun 2012. Lagu yang viral ini bahkan menduduki puncak lagu nomor 2 di tangga lagu Billboard. Bisa dikatakan ini merupakan sebuah prestasi yang mengesankan untuk sebuah lagu yang bukan berbahasa Inggris.

Setahun kemudian, BTS mulai menginvasi AS dengan menawarkan K-pop yang berbeda dari Psy. BTS membawakan lagu-lagu yang memadukan genre, koreografi, dan tampilan kuat yang dikembangkan melalui sistem pelatihan intensif Korea Selatan untuk calon bintang bertahun-tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, BTS yang membawa pesan positif dengan tema universal seperti kesehatan mental, cinta diri dan tekanan untuk sukses dalam setiap karyanya, juga berhasil merangkul dan memiliki lebih dari 4,5 juta penggemar di Korea Selatan dan seluruh dunia. Pada 2017, BTS bahkan bekerja sama dengan UNICEF untuk meluncurkan kampanye "Love Myself" untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan terhadap anak-anak dan remaja.

Kendati demikian, popularitas BTS datang dengan pengorbanan. Dalam sebuah pernyataan dari agensi BigHit Entertainment, seluruh anggota BTS akan vakum sementara setelah 7 tahun lebih berkarir. Ini merupakan pertama kalinya mereka memiliki waktu berlibur.

"Masa libur ini akan jadi kesempatan untuk para personel, yang tanpa henti mendorong diri mereka sendiri meraih cita-cita sejak debut, untuk mengisi ulang dan mempersiapkan diri mereka sendiri sebagai musisi dan kreator. Liburan ini juga akan memberi mereka kesempatan untuk menikmati kehidupan normal anak muda di usia 20-an walaupun hanya sebentar," ujar pernyataan tersebut.

Walaupun BTS cuti, kebangkitan K-pop tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Tahun ini, Video Music Awards MTV akan memasukkan kategori Best K-pop untuk pertama kalinya, dengan BTS sebagai salah satu nominasi. Beberapa kelompok K-pop lainnya bahkan telah menandatangani kesepakatan dengan label rekaman besar Amerika, seperti Interscope dan Capitol Records. Kerja sama ini menjadi sebuah tanda bahwa para pemimpin industri musik di AS sadar akan potensi genre K-pop.


Gara-gara BTS, Demam Boyband Kembali Melanda AS Foto: Infografis/Boyband K-Pop Terkaya Dunia/Edward Ricardo




simak video soal BTS di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading