Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang, Merana Karena Demo

Lifestyle - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
22 May 2019 16:15
Aksi demo 22 Mei 2019 berdampak pada nasib pedagang di tanah abang
Jakarta, CNBC Indonesia- Aksi demonstrasi pada hari ini tak hanya melumpuhkan pusat bisnis modern di ibu kota, tapi juga aktivitas di pasar tekstil Tanah Abang tempat puluhan ribu pedagang mencari nafkah.

Dalam aksi hari ini, massa mulai berkonsentrasi dan melakukan aksi pembakaran di bawah gedung Blok A.

Kisah Sedih Pedagang Tanah Abang, Merana Karena Demo Foto: Foto/Kerusakan Pasar Tanah Abang pasca rusuh/Muhammad Sabki/CNBC Indonesia





Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia menyebutkan kegiatan ini mengakibatkan pergerakan perdagangan tekstil di Tanah Abang sudah tidak normal. 

"Ya sudah ngga normal, nggak jalan. Karena itu kan daerah konflik bagaimana pun juga. Sudah 3 hari ini kita ngga jalan. Sudah dari hari senin, selasa, rabu, ucap Ade Sudrajat pada CNBC Indonesia (22/5/2019).

Menurut Ade, para pedagang tekstil di Tanah Abang sudah mendapatkan pemberitahuan untuk tidak berjualan sejak Sabtu lalu, daripada menjadi resiko bagi para pedagang tekstil. 

Kemudian Ade menuturkan bahwa pihak pabrik tidak mengirimkan barang ke para pedagang di Tanah Abang.
"Kami udah dari sabtu-minggu udah didiskusikan, daripada beresiko di tengah jalan. Atau mau bayar asuransi buat apa. Mendingan nggak kirim barang," ucapnya.

Selama 3 hari perdagangan tekstil di Tanah Abang berhenti Ade mengungkapkan bahwa mungkin pabrik secara keseluruhan saat dijumlahkan bisa rugi miliaran rupiah. Seperti parik di Bandung, Tasik, Soreang, Cicalengka, dan Jawa. 

Para pedagang tekstil di Tanah Abang pada siang kemarin masih berjualan dan tutup pada jam 6 sore karena kejadian datangnya massa demo di malam hari. Namun menurut Ade, ada juga pedagang yang masih berjualan pada hari ini. 

"Ya bagaimana ini ya. Naluri bisnisnya mengatakan dia harus mengambil resiko itu. tapi ya lebih banyak yang tutup daripada yang buka. Karena pembelinya yang datang menurun drastis. Barusan dapet telfon dari pasar sepi orang. Dia bilang kalau sepi terus jam 4 tutup lah," ucapnya.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading