Mau Punya Ferrari? Siap-siap Biaya Rutin Ratusan Juta Rupiah

Lifestyle - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
25 November 2018 16:53
Mau Punya Ferrari? Siap-siap Biaya Rutin Ratusan Juta Rupiah
Jakarta, CNBC Indonesia - Perawatan mobil Ferrari membutuhkan dana yang tidak sedikit. Setiap tahunnya, uang ratusan juta rupiah harus dikeluarkan demi administrasi dan menjaga performa si Kuda Jingkrak.

Ketua Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) Hanan Supangkat yang memiliki dua mobil Ferrari mengaku mengeluarkan uang ratusan juta per tahun untuk pajak serta pemeliharaan rutin.

"Setiap tahun itu pajaknya Rp 100 jutaan ya. Tipe Ferrari Modena itu pajaknya Rp 30 jutaan per tahun, dibuat tahun 2005. Yang Rp 100 juta tahun 2015 itu Ferrari 458 Speciale," ujar Hanan ketika ditemui secara eksklusif dengan CNBC Indonesia di Plaza Senayan, Jakarta Pusat.


Selain kewajiban membayar pajak, pemilik merek pakaian dalam Rider itu juga mengatakan memiliki pemeliharaan rutin. Meski tidak setiap bulan namun ia selalu menjaga mobil koleksinya agar terawat.



Perawatan mobil Ferrari diperkirakan memakan biaya sekitar Rp 20 juta buat Hanan. Namun ketika membeli mobil baru maka akan ada pemeliharaan gratis seperti servis oli dan sebagainya selama lima tahun pertama.

"Saya seperti BMW dan mobil lainnya, ada servis gratis lima tahun pertama. Kalau saya biasanya nggak rutin setiap bulan cuma tetap dirawatlah ya, kira-kira sekitar Rp 20 jutaan per tahun," pungkasnya.

Belum lagi pembelian bensin yang tentu harus Pertamax Turbo atau Shell Super demi mobil agar tidak mudah rusak. Namun pengeluaran bensin tidak terlalu besar karena umumnya pengguna Ferrari di Jakarta tak memakai mobilnya buat sehari-hari.

Kepadatan lalu lintas membuat para penggemar Ferrari lebih memilih untuk mengendapkannya saja di rumah dibanding menggunakan supercar tersebut. Dikatakan bapak dua anak itu, mobil Ferrari biasa hanya dipakai ketika kumpul bersama club atau momen tertentu.

"Yang pasti (Ferrari) bukan mobil harian. Saya rasa nggak ada di Indonesia yang pakai Ferrari untuk harian. Alasannya pertama bensin, macet juga nggak nyaman lah naik Ferrari, rata-rata pakai supir juga. Kalau macet gitu berat ya pakai Ferrari. Mungkin kalau di luar negeri banyak, di Indonsia hampir nggak ada," papar Hanan.

"Biasanya kita pakai ke mal untuk breakfast, kumpul-kumpul santai lah," ujar dia. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading