Crazy Rich China Rela Buang Duit Demi Kalahkan Ariana Grande

Lifestyle - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
20 November 2018 16:02
Crazy Rich China Rela Buang Duit Demi Kalahkan Ariana Grande
Jakarta, CNBC Indonesia - 'Orang kaya mah bebas', kalimat ini sering diutarakan ketika seseorang melakukan pembelian yang berlebihan. Hal tersebut tampaknya cocok diberikan kepada para miliuner atau crazy rich asal China yang kerap 'membuang' uang mereka demi mendukung idola.

Dilansir dari Billboard, para fans asal China tak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan uang demi memberikan yang terbaik buat sang idola. Contohnya saja Kris Wu, penyanyi asal China yang menempati tempat pertama di single chart iTunes, Amerika, mengalahkan penyanyi asal Amerika Serikat (AS) Ariana Grande.



Tidak hanya itu, lagu yang dinyanyikan Kris Wu juga menempati posisi tujuh dari 10 lagu teratas. Ini menjadi pencapaian luar biasa untuk seorang penyanyi yang bahkan tidak populer di Amerika Utara. Kemudian beredar rumor bahwa ada 'bots' di belakang kesuksesan Wu.


Memang ada upaya untuk meningkatkan penjualan lagu Wu namun tidak dilakukan promotor musik atau programmer tapi penggemarnya sendiri. Para penggemar asal China rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli lagu Wu serta mendorongnya memuncaki chart Amerika Serikat.

Para fans dari China memiliki kampanye yang tidak biasa dalam mendukung idola mereka. Selama bertahun-tahun, penggemar lebih dari sekadar membeli lagu dari bintang favorit mereka bahkan terlibat dalam upaya massal yang terorganisir demi meningkatkan posisi atau grafik sang pujaan.

Contoh lain, penggemar boyband asal China, TFboys, membeli 120 ribu majalah Harper's Bazaar yang menampilkan salah satu personel di sampulnya. Bahkan crazy rich juga membeli papan billboard di Times Square, New York, Amerika, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada salah satu personel band tersebut.

Cazy Rich China Buang Duit Demi Kalahkan Ariana GrandeFoto: Infografis/5 crazy rich Bitcoin Cs/Aristya Rahadian Krisaabella
Penggemar fanatik yang rela mengeluarkan banyak uang demi sang idola dijuluki 'fan economy'. Melihat hal ini, sejumlah merek China kini berusaha menyasar target tersebut untuk mendapatkan untung. Perusahaan dari barat juga berusaha masuk ke pasar China demi mengambil peluang itu.

Alasan para penggemar China yang rela mengeluarkan banyak uang buat selebriti pujaan mereka tak jelas. Namun bagi anak muda Tionghoa, memuja selebriti merupakan kesempatan langka untuk mengekspresikan dukungannya.

Budaya di China memang berbeda dibandingkan negara barat. Pertama, penggemar diorganisir masuk ke dalam club tertentu.

Kemudian para bintang bekerja keras untuk membangun hubungan dengan fans yang membuat penggemar merasa kalau mereka memiliki peran dalam membentuk karier seorang artis. Hal ini membuat penggemar menjadi loyal dan selalu mau terlibat.

Kampanye melalui online dan meminta penggemar membeli 'produk' seperti lagu atau hal baru dari selebriti sering dilakukan para manager dan artis itu sendiri. Baru-baru ini diprediksi kalau nilai transaksi 'fan economy' akan lebih dari US$15 miliar (Rp 218,8 triliun) pada 2020.



Profesional atau tidak, strategi memanfaatkan fan economy ini meluas tak hanya kepada selebriti tapi juga ritel.

Produsen smartphone Xiaomi Corp berhasil menggunakan metode fan economy untuk menumbuhkan fanbase fanatik. Merek yang baru delapan tahun berdiri itu menjadi brand smartphone paling eksis di China.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading