Filantropis Zaman Dulu vs Milenial, Begini Beda Gayanya

Lifestyle - Arina Yulistara, CNBC Indonesia
18 November 2018 13:37
Filantropis Zaman Dulu vs Milenial, Begini Beda Gayanya
Jakarta, CNBC Indonesia- Filantopi memang masih identik dengan menyumbang harta demi membantu orang-orang membutuhkan. Namun itu adalah hal yang hanya dilakukan oleh para filantopis zaman dulu.

Mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, Co-Chair Filantropi Indonesia Erna Witoelar, menuturkan bahwa konsepnya sudah berubah. Setelah generasi milenial mulai menjadi filantropis, pergeseran budaya pun mulai terasa.




Kini di Filantropi Indonesia, jumlah milenial yang menjadi filantropis bahkan sudah sekitar 40%. Sementara filantropis generasi sebelumnya mencangkup 30% dan sisanya campuran.

"Dulu itu orang-orang kaya mengumpulkan dananya kemudian mereka memberikan sumbangan ke hal-hal yang mereka senangi seperti pendidikan, kesehatan, masukin uangnya ke sana. Banyak yang 100% uang sendiri tak ada uang luar makanya harus kaya dulu baru bisa jadi filantropi, kalau sekarang nggak begitu," jelas Erna saat ditemui CNBC Indonesia di Filantropi Festival 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan.

Perbedaan yang juga signifikan menurut wanita 71 tahun itu bagaimana cara filantropis zaman old dan filantropis milenial menyumbang. Erna mengatakan pernah melakukan survei di era 1990-an, seorang filantropis umumnya kala itu tak mau memberitahukan berapa jumlah uang yang disumbangkan.

Berbeda dengan filantropis masa kini yang lebih transparan mengenai hal tersebut. Milenial lebih memiliki sifat terbuka saat menjadi filantropis.

"Saya melakukan survei kepada para orang kaya penggerak filantropi mereka nggak mau kasih tahu sumbang berapa dan ke mana. Biar hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Kalau sekarang milenial nggak keberatan karena satu itu prinsip transparansi, keterbukaan, apa yang disampaikan harus terbuka, kedua kemudian orang percaya sehingga orang dukung dia. Jadi yang dia spend bukan hanya uangnya sendiri tapi juga orang lain," kata Erna.

Di samping itu, milenial juga punya konsep berbeda saat menjadi filantropis dibandingkan orang 'zaman old'. Menurut mantan Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah Indonesia itu, kalau dulu hanya sekadar menyumbang sekarang lebih ke pemberdayaan.

Milenial sering membantu dengan menjadi relawan dan mengajarkan orang-orang membutuhkan untuk dapat mandiri. Mereka tidak mau hanya memberi uang tapi lebih ke pengalaman dan skill. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading