Ini Crazy Rich Indonesia yang Gemar Memberikan Derma

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
17 November 2018 19:15
Ini Crazy Rich Indonesia yang Gemar Memberikan Derma
Jakarta, CNBC Indonesia - Untuk menunjukkan kepedulian sosial dan pembangunan berkelanjutan, ada banyak pengusaha berlomba-lomba mendirikan yayasan. Alasannya pun hampir sama yakni menciptakan solidaritas antar sesama manusia.

Ada banyak para pengusaha berkontribusi dalam berbagai pembangunan sosial, kemanusiaan dan lingkungan melalui penguatan infrastruktur kelembagaan dan pengembangan ruang gerak filantropi dan sektor nirlaba.

Di Indonesia sendiri memiliki beberapa 5 pengusaha paling populer yang berrgerak di bidang filantropi. Lantas siapa saja mereka, berikut adalah paparannya menurut Ketua Filantropi Indonesia, Timotheus Lesmana Wanadjaja kepada CNBC Indonesia.


Franky Welirang
Direktur Indofood, Fransiscus Welirang atau Franky Welirang memiliki Yayasan Bakti Kita sejak 2013 lalu. Yayasan ini didirikan untuk tujuan sosial, Pemberdayaan Usaha Kecil/ Mikro.

Yayasan ini membina da melatih para Pengusaha kecil/Mikro agar dapat lebih mengembangkan dan memajukan usahanya. Tidak hanya itu, Franky juga Menyelenggarakan Pendidikan, Pelatihan dan kajian yang diperlukan bagi pengusaha kecil/mikro agar dapat lebih meningkatkan ketrampilan dan kemampuannya.
Foto: Direktur Indofood, Franky Welirang (CNBC Indonesia/Lynda Hasibuan)


Dato Sri Tahir
Bos Mayapada Group ini memiliki Yayasan Tahir untuk para masyarakat Indonesia. Yayasan ini menyediakan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan yang memadai, terutama bagi mereka yang menghadapi hambatan besar dalam peningkatan kualitas hidup mereka.

Foto: Dato Sri Tahir (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)


Keluarga Tahija
Sjakon George Tahija dan George Santosa Tahija merupakan komisaris Austindo Group. Dua bersaudara ini menjalankan Tahija Foundation.

Proyek terbesarnya adalah menghilangkan demam berdarah di Yogyakarta, sebagai bagian dari riset global untuk menghilangkan wabah ini.Dia juga melakukan konservasi laut, mendanai patroli laut dan pilot project membudidayakan ikan-ikan laut. Lembaga ini juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi yang menempuh pendidikan arkeologi dan restorasi peninggalan kebudayaan.

Saat ini, keluarga Tahija menjadi pemilik Austindo yang bergerak di bisnis CPO, tambang dan klinik mata. Saat ini, keluarga Tahija menjadi pemilik Austindo yang bergerak di bisnis CPO, tambang dan klinik mata.

Keluarga Panigoro
Melalui Medco Foundation, keluarga Panigoro tengah menggalakkan sektor pertanian dan perkebunan. Itu adalah upaya untuk membantu Indonesia saat ini.

Di berbagai daerah, Medco Foundation telah menggalakkan penanaman padi unggul SRI, selain menggalakkan penanaman kebun bahan baku energi alternatif.
Foto: Panigoro bersaudara (DetikCom/Ari Saputra)

Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo memiliki Yayasan Wadah yang merupakan perluasan dari Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang dulunya dikenal sebagai Yayasan Keluarga Hashim Djojohadikusumo atau YKHD. Yayasan ini didirikan sebagai bukti perhatian Ibu Anie Hashim untuk menolong masyarakat akar rumput Indonesia dengan fokus utama pada pembangunan karakter dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Hashim Djojohadikusumo melebarkan sayapnya ke dunia internasional dengan terbentuknya Philippines Wanita Dan Harapan, Inc. di Filipina dan Pertubuhan Wadah Malaysia Dan Selangor di Malaysia.

Kemudian pada bulan Februari 2016, Yayasan Wadah membentuk Wadah International Committee (WIC) atau Komite Internasional Wadah yang berfungsi sebagai humas untuk memperkenalkan Yayasan Wadah ke dunia internasional.

Yayasan Wadah Titian Harapan juga secara resmi telah mendapatkan Status Konsultatif Khusus pada Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat.
Foto: Hashim Djojohadikusumo (Foto: Muhammad Ridho/detikcom)
(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading