Piala Dunia 2018

Tak Lolos, Fans AS & China Tetap Borong Tiket Piala Dunia

Lifestyle - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 June 2018 11:47
Tak Lolos, Fans AS & China Tetap Borong Tiket Piala Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan China gagal lolos ke Piala Dunia 2018, tetapi hal itu tidak menghentikan para penggemarnya untuk membeli tiket pertandingan di Rusia.

Statistik yang dirilis oleh FIFA pekan lalu menunjukkan bahwa penggemar dari China dan AS termasuk di antara 10 pembeli tiket teratas untuk Piala Dunia Rusia 2018, dilansir dari CNN hari Jumat (22/6/2018).

Hanya penggemar Rusia yang menjadi pembeli terbanyak tiket Piala Dunia di atas Amerika. Data FIFA itu juga menunjukkan negara lainnya, seperti Inggris, yang secara tradisional memiliki penggemar besar acara olahraga terpopuler itu, telah mengalami penurunan dalam jumlah pendukung yang melakukan perjalanan untuk menonton Piala Dunia kali ini.

Penggemar yang memiliki hubungan keluarga atau terikat budaya dengan negara-negara Amerika Latin lainnya yang bersaing di Rusia, kemungkinan juga menjadi sebab naiknya minat dari AS.

Namun di jalan-jalan Moskow, banyak penggemar China yang mendukung Jerman, yang merupakan juara bertahan Piala Dunia.

Salah satu penggemar mengatakan kepada CNN bahwa mereka mendukung Die Mannschaft meski negara mereka sendiri tidak masuk di turnamen 32 tim.

"Kami datang dari China untuk tim Jerman. Saya sangat suka cara Jerman bermain," katanya.


Bangku Kosong

Penjualan tiket telah menjadi topik hangat di seluruh pertandingan pembukaan turnamen saat sejumlah bangku masih banyak yang belum terjual.

Ketika Uruguay melawan Mesir di Ekaterinburg pada hari Jumat pekan lalu, banyak kursi tampak kosong selama pertandingan.

FIFA mengatakan kepada CNN dalam pernyataannya bahwa kursi kosong itu dikarenakan "tidak hadirnya semua kelompok konstituen" yang telah membeli tiket untuk pertandingan itu.

Ia menambahkan ada "tingkat kehadiran 97,2% di pertandingan pembukaan" dan bahwa 2,4 juta tiket telah terjual sebelum pertandingan.




Pertimbangan Politik

Turunnya penjualan tiket di beberapa negara sepakbola tradisional mungkin disebabkan hal lain di luar dunia sepakbola.

Kedutaan Inggris mengatakan kepada CNN bahwa hanya 2.500 penggemar Inggris yang diperkirakan akan menonton pertandingan pembukaan tim mereka melawan Tunisia di Volgograd hari Senin, di mana totalnya ada 10.000 penggemar yang menghadiri tiga pertandingan penyisihan grup.

Dilansir dari CNN, Inggris memutuskan untuk tidak mengirim delegasi resmi ke Piala Dunia setelah insiden peracunan bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, awal tahun ini.

London menyalahkan Moskow karena menggunakan racun saraf kelas militer untuk menargetkan Skripal. Rusia dengan keras menyangkal klaim tersebut.

Kekhawatiran hooliganisme juga telah digembar-gemborkan di pers Inggris setelah bentrokan sengit antara penggemar Inggris dan Rusia di Euro 2016 di Prancis.


Merek global baru?

Selain kekhawatiran keamanan, Piala Dunia ini tampaknya akan mengalami pergeseran penjualan tiket yang lebih umum. Penggemar dari negara-negara sepakbola tradisional kini lebih sering tinggal di rumah sementara mereka yang berasal dari negara-negara yang timnya tidak berada di turnamen malah berbondong-bondong datang menonton langsung.

Menurut mantan pemain internasional AS Heath Pearce, itu semua adalah bagian dari globalisasi sepakbola dan bukti popularitas universal Piala Dunia.

"Ini adalah tren baru: Sama seperti banyak klub sepakbola telah menjadi merek global, begitu juga tim nasional," kata Pearce, yang kini bekerja sebagai presenter untuk mitra CNN, Copa 90.

"Banyak orang dari seluruh dunia melihat tim-tim ini bermain dan ingin mendukung mereka. Jadi, mereka datang ke sini untuk mendukung tim meskipun bukan berasal dari negara asal mereka," tambah Pearce. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading