InvesTime

Ada Ramalan Pasar Properti 2022, Duh....Masih Berat!

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
14 October 2021 18:45
Rumah dijual di Green Andara Residences (Tangkapan Layar via rumacom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2021 sepertinya belum menjadi angin segar bagi pertumbuhan pasar properti meskipun telah ada vaksinasi Covid-19. Vaksinasi dan strategi pengetatan aktivitas masyarakat membuat penanganan pandemi berjalan dengan baik.

Kendati demikian, sektor properti yang amat terdampak efek pandemi sejak Maret 2020 belum menunjukkan kinerja yang membaik karena masih dalam tekanan.

Aleviery Akbar, pengamat properti, mengatakan bahwa sektor properti diprediksi akan sangat berat tahun ini. Hal ini lantaran masih diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), ditambah dengan suku bunga kredit yang belum berubah serta kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh).


"Kalau dengan PPN dan PPhm undang-undangnya [tarifnya] dinaikkan maka tentunya akan sangat berat. Sebab daya beli masyarakat akan tertekan. Belum lagi masih PPKM dan suku bunga belum berubah," ujar Aleviery, dalam program InvesTime CNBC Indonesia, Rabu (13/10/2021).

Dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada yang dapat memperkirakan dengan tepat, kapan sektor properti akan naik. Pasalnya sektor properti bukanlah statistik ekonomi yang dapat diperhitungkan.

"Namun yang pasti di tahun 2022 juga akan menjadi periode yang berat bagi sektor properti jika PPN dan PPh itu diterapkan," ungkap ia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Erwin Karya, Director Project & Commercial Ray White Indonesia mengatakan bahwa pasar menengah bawah akan tertekan.

Namun pasar properti di Tanah Air masih cukup baik, karena ditopang potensi daya beli pasar, meskipun masih diwarnai penundaan pembelian.

Golongan masyarakat menengah sampai atas diperkirakan menjadi 'penyelamat' di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian saat ini.

"Jadi tergantung segmennya gimana, kalau segmen menengah ke bawah akan berdampak ya. Tapi segmen menengah ke atas 11-12 persen itu kan banyak berbeda jauh. Kalau menengah atas tidak terlalu berdampak," ungkapnya.

Dia mencontohkan bahwa pada bulan Juni 2021 mendapatkan kejutan yakni penjualan properti yang cukup signifikan. Namun sejak PPKM Juli hingga September kembali menjadi tekanan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading