Bos OJK Sebut Startup Bakal Meramaikan Pasar IPO di RI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 October 2021 15:05
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam Acara OJK Virtual Day (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menilai, ke depan akan semakin marak bagi perusahaan rintisan menghimpun dana dari pasar modal.

Perusahaan rintisan tidak lagi hanya mengandalkan perbankan untuk mendapat suntikan modal, melainkan bisa dengan cara melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Ini potensi besar startup masuk ke area ini [pasar modal]. Ini hal yang seluruh dunia terjadi, startup akan menjadi potensi raising fund di pasar modal," kata Wimboh, di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).


Perusahaan rintisan di tanah air terus bertumbuh seiring pesatnya berbagai produk yang menggunakan layanan digital.

Berdasarkan data OJK sampai dengan September 2021, terdapat 2.100 startup di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 7 di antaranya bervaluasi di atas US$ 1 miliar (unicorn) dan dua bervaluasi decacorn atau di atas US$ 10 miliar.

Perusahaan e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), saat ini menjadi perusahan rintisan unicorn Indonesia pertama yang melantai di bursa saham pada 6 Agustus 2021 dengan meraih dana IPO sebesar Rp 21,90 triliun.

Saat ini, perusahaan rintisan bukan hanya merambah di produk yang berbasis layanan teknologi finansial (fintech), melainkan ke sektor agritech (pertanian), edutech (pendidikan), healthtech (kesehatan), propertytech (properti) hingga e-commerce.

Menurut Wimboh, terus bertumbuhnya perusahaan rintisan itu sebagai kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan yang mendukung inovasi digital. Pasalnya, Kehadiran teknologi di seluruh aspek kehidupan tidak mempunyai batasan ruang waktu dalam men-deliver produknya.

"Kebijakan kita bukan bukan kebijakan yang membatasi tapi mendorong, sangat mendukung hadirnya kebijakan ini karena masyarakat mendapat manfaat paling besar. Terutama di sektor jasa keuangan, OJK berperan sangat strategis mendukung inovasi keuangan dalam satu ekosistem keuangan digital yang terintegrasi," kata Wimboh, saat menyampaikan Opening Speech di acara OJK Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021) di Istana Negara.

Wimboh menekankan, dalam kebijakan OJK mempercepat pelaksanaan transformasi digital di sektor keuangan fokus pada dua hal.

Pertama, mendukung memanfaatkan teknologi digital di sektor jasa keuangan dalam rangka pelayanan, produk kepada masyarakat yang murah dan kompetitif.

Kedua, memberikan kemudahan, memperluas akses masyarakat yang belum terakses lembaga keuangan formal (unbankable) dan pelaku UMKM untuk dapat masuk dalam ekosistem digital.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading