Adhi Karya 'Ketiban' Kontrak Baru Rp 11 T, Saham Naik Tipis!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 October 2021 15:08
Ilustrasi Adhi Karya. Foto: Agung Pambudhy

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN, PT Adhi Karya Tbk (ADHI), merealisasikan kontrak baru senilai Rp 11,3 triliun pada September 2021.

Corporate Secretary ADHI, Farid Budiyanto mengatakan, jumlah kontrak baru ini naik 82,3 % dibandingkan perolehan kontrak baru pada kuartal ketiga tahun 2020 sebesar Rp 6,2 triliun.

"Nilai kontrak ini merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang ADHI miliki," ungkap Farid, dalam penjelasannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (14/10/2021).


Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada kuartal ketiga tahun 2021, meliputi lini bisnis konstruksi sebesar 91%, properti sebesar 8% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Selain lini bisnis, kontrak ini juga meliputi berbagai tipe pekerjaan yang terdiri dari proyek gedung sebesar 27 %, jalan dan jembatan sebesar 32%, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 41 %.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari pemerintah sebesar 34%, sumber dari BUMN dan BUMD sebesar 10%, sementara proyek kepemilikan swasta/lainnya sebesar 56 %.

Untuk rencana perolehan kontrak baru pada kuartal keempat tahun 2021, ADHI saat ini tengah mengikuti proses tender untuk beberapa proyek perkeretaapian, proyek infrastruktur, proyek gedung, serta proyek lainnya.

Dengan proses tender tersebut, tahun ini ADHI masih optimis untuk dapat memperoleh peningkatan capaian kontrak sebesar 20% - 25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, sampai dengan periode semester pertama tahun ini, ADHI mencatatkan pertumbuhan laba bersih 20% menjadi Rp 8,28 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya Rp 6,90 miliar. Adapun, laba operasional tercatat sebesar Rp 338,01 miliar.

Selama 6 bulan pertama ini, ADHI membukukan pendapatan sebesar Rp 4,4 triliun, naik hampir 20% dari periode yang sama di tahun sebelumya Rp 5,52 triliun.

Dari sisi aset, sampai dengan 30 Juni tercatat sebesar Rp 38,93 triliun yang terdiri dari ekuitas Rp 5,56 triliun dan liabilitas Rp 33,35 triliun. Sedangkan, arus kas masih minus Rp 2,28 triliun.

Di pasar modal, harga saham ADHI ditutup naik 2,61% di Rp 1.180/saham pada perdagangan sesi II, Kamis ini (14/10), dengan nilai transaksi Rp 52 miliar. Dalam sepekan saham ADHI naik 8% dengan kapitalisasi pasar Rp 4,20 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading