Gainers-Losers Sesi I

Saham 4 BUMN Karya Top Gainers, PURA-MPPA Anjlok nih!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
12 October 2021 12:30
PT Waskita Toll Road (WTR). (Dok. Waskita Toll Road)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham empat BUMN Karya, seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), masuk menjadi 5 besar saham top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Selasa (12/10/2021).

Berbeda nasib, saham emiten yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan transportasi PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) dan emiten Grup Lippo, pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima (MPPA), menjadi top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat hingga siang hari ini, setelah sempat mencicipi level psikologis 6.500 tadi pagi. IHSG naik 0,54% ke posisi 6.494,59 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (12/10).


Menurut data BEI, 247 saham naik, 252 saham turun dan 154 saham mendatar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,60 triliun dan volume perdagangan mencapai 15,17 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 709,34 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 1,86 triliun.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (12/10).

Top Gainers

  1. Primarindo Asia Infrastructure (BIMA), saham +11,96%, ke Rp 206, transaksi Rp 20,3 M

  2. Wijaya Karya (WIKA), +6,90%, ke Rp 1.395, transaksi Rp 113,7 M

  3. Waskita Beton Precast (WSBP), +6,79%, ke Rp 173, transaksi Rp 33,3 M

  4. Adhi Karya (ADHI), +6,42%, ke Rp 1.160, transaksi Rp 63,8 M

  5. PP (PTPP), +6,38%, ke Rp 1.250, transaksi Rp 109,1 M

Top Losers

  1. Harapan Duta Pertiwi (HOPE), saham -6,90%, ke Rp 108, transaksi Rp 13,8 M

  2. Putra Rajawali Kencana (PURA), -5,56%, ke Rp 51, transaksi Rp 13,4 M

  3. Pelangi Indah Canindo (PICO), -5,26%, ke Rp 5,26, transaksi Rp 108 M

  4. Matahari Putra Prima (MPPA), -5,00%, ke Rp 665, transaksi Rp 82,2 M

  5. Guna Timur Raya (TRUK), -4,26%, ke Rp 180, transaksi Rp 34,8 M

Mengacu pada data di atas, ada 4 saham BUMN Karya, termasuk anak usahanya, yakni WIKA, WSBP, ADHI, dan PTPP.

Saham WIKA melonjak 6,90% ke Rp 1.395/saham. Kemudian, saham anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT), WSBP, melesat 6,79%. Saham WSKT sendiri menempati peringkat ketujuh top gainers dengan naik 5,64%.

Lebih lanjut, saham ADHI dan PTPP masing-masing melejit 6,42% dan 6,38%.

Sentimen terbaru soal emiten konstruksi datang dari Indonesia Investment Authority (INA), dana abadi milik RI yang mengatakan, saat ini terdapat sejumlah investor yang berminat untuk berinvestasi di proyek infrastruktur Tanah Air.

Juru Bicara INA Masyita Crystallin menjelaskan, saat ini INA memiliki dua metode pendanaan bagi investor yang tertarik masuk ke Indonesia, yakni melalui master fund dan thematic fund.

Saat ini, INA mempunyai thematic fund untuk proyek infrastruktur jalan tol senilai US$ 3,75 miliar atau setara Rp 53,63 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per US$).

Sementara, saham PURA anjlok 5,56% ke Rp 51/saham. Praktis, dengan ini saham PURA sudah terbenam di zona merah selama 8 hari perdagangan beruntun.

Sebelumnya, saham PURA berhasil 'bangkit' seiring pemilik Pesantren Daarul Qur'an dan Grup Paytren ustaz Yusuf Mansur--yang mengoleksi saham PURA--menyebut kode saham PURA dalam sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya, pada 27 September 2021.

Saham ini terakhir bergerak pada 1 Juli lalu, ketika merosot dari Rp 51/saham ke level gocap atau Rp 50/saham. Setelah sempat menyentuh harga Rp 146/saham pada awal Juli 2021 saham PURA memang cenderung anjlok hingga ke level terendah.

Bersama saham PURA, saham MPPA ambles 5,00% ke Rp 665/saham. Dengan ini, saham MPPA juga sudah 8 hari perdagangan terjungkal di zona merah, dengan 5 kali menembus batas ARB.

Pelemahan MPPA ini terjadi lagi kendati mendapatkan sentimen positif dengan masuknya PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek resmi menjadi pemegang saham sebesar 6,74% di MPPA setelah membelinya dari MLPL pada 4 Oktober lalu.

Multipolar menjual sebanyak 507.142.900 saham di harga Rp 700/saham atau setara dengan 6,74% kepada Gojek.

"Status kepemilikan lokal, jumlah sebelum transaksi nol, jumlah setelah transaksi 507.142.900 saham," kata Sekretaris Perusahaan MPPA Danny Kojongian, dalam keterbukaan informasi di BEI, Kamis (7/10/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading