InvesTime

Tips Jitu Borong Saham-saham Bank Mini, Berani Coba?

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
24 June 2021 10:40
Infografis: RI Bakal Punya Uang Digital, Namanya Digital Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti di bawah Rp 5 triliun) sempat menjadi buruan investor pasar modal sejak tren bank digital ramai.

Kini sentimen merger-akuisisi bank mini dan rencana penambahan modal kembali membuat tren saham bank mini berlanjut lagi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belum stabil.

Namun sebelum memburu saham bank mini, ada sejumlah tips yang bisa menjadi pilihan bagi investir sebelum memborong saham-saham tersebut.


Head of Research PT Sucor Sekuritas, Adrianus Bias menyebutkan sejumlah hal yang harus diperhatikan sebelum membeli saham bank ini.

Pertama harus dipastikan bank mini itu memiliki ekosistem. Selain itu juga harus dianalisa sebesar apa potensi ekosistem bank mini tersebut untuk menciptakan sinergi pada performa bank tersebut, apalagi bank mini juga banyak yang menuju bank digital.

"Pertama pastikan dulu sudah punya ekosistem. Kedua kita analisa seberapa besar potensi ekosistemnya ini menciptakan sinergi ke perform bank baik funding [pendanaan] dan lending [penyaluran kredit]," kata Adrianus, dalam tayangan program InvesTime, Selasa (22/4/2021).

Namun ekosistem besar juga tak bisa menjadi jaminan semata. Misalnya, dengan ekosistem besar namun ternyata tidak bisa dieskploitasi ekosistem tersebut oleh nasabah, maka ini berarti tidak terjadi sinergi yang baik.

Tips berikutnya adalah mengecek dari sisi kekuatan ekuitas perusahaan alias permodalan.

Dia menjelaskan, saat ini bank-bank umum, termasuk yang melakukan digitalisasi, harus memenuhi syarat modal inti dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni modal Rp 3 triliun tahun depan. Untuk tahun 2020 harus minimal Rp 1 triliun dan tahun 2021 ini Rp 2 triliun.

Jika bank belum memiliki ekuitas mencapai Rp 3 triliun, kemungkinan besar bank tersebut akan melakukan pencarian dana alias capital rising.

"Buat bank mini yang belum punya equity mencapai Rp 3 triliun highly likely mereka akan melakukan capital rising. Salah satu yang paling mudah dengan rights issue [penerbitan saham baru] di pasar," kata dia.

Menurutnya dengan rights issue di harga berapa pun perlu juga menjadi perhitungan apakah bank mini itu layak untuk diperdagangkan, serta memiliki fund raising dengan valuasi yang cukup tinggi.

"Jadi rights issue di harga berapa valuasi berapa juga harus diperhitungkan lagi layak mereka untuk di perdagangan atau rise fund valuasi yang cukup tinggi misalnya," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading