Kriptomologi

Tesla Cuan Rp 1,5 T dari Bitcoin, tapi Anda Bukan Elon Musk

Investment - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
28 April 2021 09:50
CEO Tesla, Elon Musk, memperkenalkan Cybertruck di studio desain Tesla.

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak yang merasakan gurihnya investasi Bitcoin, salah satunya Tesla. Produsen mobil listrik milik Elon Musk-yang sering melakukan "pompom" mata uang kripto lewat akun twitter, berjanji menjadikan Bitcoin sebagai investasi jangka panjang.

Tesla, perusahaan yang tercatat di bursa New York, melaporkan kinerja yang kuat pada kuartal I-2021 dengan laba bersih US$ 438 juta (Rp 6,4 triliun). Namun siapa menduga, seperempat dari itu didapatkan dari aktivitas jual-beli Bitcoin.

Ini merupakan kejutan, karena biasanya laba bersih Tesla diraih berkat penjualan mobil dan 'kredit karbon.' Kejutan lainnya adalah Elon Musk selama ini dikenal sebagai aktivis mata uang kripto lewat cuitan-cuitannya di Twitter yang terbukti ampuh mendongkrak harga kripto di pasar.


Tesla melaporkan capaian penjualan mobil listrik sebanyak 184.000 di seluruh dunia pada kuartal I-2021, atau melampaui estimasi pasar dalam polling Revinitif sebanyak 177.822 unit. Angka itu juga lebih baik dari capaian kuartal IV-2021 sebesar 180.570 unit.

Pemicunya tak lain adalah penjualan model Y di China yang juga merupakan basis produksi Tesla untuk mobil jenis tersebut, di kota Shanghai. "Kami sangat senang dengan omzet yang kuat dari Model Y di China dan bergerak maju dengan cepat untuk menaikkan kapasitas produksi," tutur manajemen dalam pernyataan resminya pada 3 April kemarin.

Dari penjualan mobil saja, Tesla mencetak penjualan US$ 9 miliar, di mana US$ 518 juta (melesat 46% secara tahunan) berasal dari penjualan karbon kredit. Namun yang berbeda kali ini, ada laporan mengenai penjualan "aset digital" yang tak lain adalah Bitcoin senilai US$ 272 juta.

Harap dicatat, pada Februari Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan mengatakan bahwa investasi di mata uang kripto tersebut bakal terus dijalankan. Usai pembelian itu, harga Bitcoin memang melesat gila-gilaan hingga menyentuh level tertinggi barunya.

qSumber: GoldPrice.com

Tak mau kehilangan kesempatan, perusahaan Elon Musk ini buru-buru merealisasikan keuntungan yang didapatkan. Dalam laporan keterbukaan kepada pemegang saham, perseroan melakukan penjualan "aset investasi digital" sebesar US$ 272 juta.

Langkah tersebut memicu pertanyaan dari banyak kalangan. Salah satunya adalah Dave Portnoy, pendiri Barstool Sports, sebuah perusahaan media digital dan seputar olah raga dan konten budaya pop. Portnoy juga terbuka mengakui memiliki 1 keping Bitcoin.

"Apakah pemahaman saya ini benar? Elon Musk membeli Bitcoin. Lalu mem-pompom harganya. Melambung lah itu barang. Lalu, dia buang barang dan mencetak cuan," tutur dia dalam cuitannya di Twitter, kemarin.

Elon: Pompom, Jual, Cuan, Lalu.. ?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading