Emas Antam Jeblok 13% dari Rekor Termahal, Saatnya Borong?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
01 March 2021 15:08
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2021 sudah memasuki bulan ketiga, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam mengawalinya dengan positif.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas satuan 1 gram hari ini, Senin (1/3/2021), naik 0,65% ke Rp 923.000/batang. Pada Sabtu lalu, emas ini berada di level Rp 917.000/batang yang merupakan level terendah sejak 21 Juli 2020 lalu.

Jika dibandingkan posisi akhir 2020, dengan posisi hari ini, harga emas Antam sudah merosot 4,35%. Bahkan jika dilihat lebih ke belakang, emas Antam sudah mulai dalam tren menurun setelah mencapai rekor termahal sepanjang sejarah.


Rekor tersebut dicapai pada 7 Agustus lalu di Rp 1.065.000/batang, artinya hingga hari ini sudah jeblok 13,33%.

Merosotnya harga emas Antam tentunya tidak lepas dari jebloknya harga emas dunia. Naik turunnya harga emas dunia menjadi faktor utama yang menentukan harga emas Antam, selain beberapa faktor lainnya seperti nilai tukar rupiah serta supply-demand.

Sejak mencapai rekor US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus lalu, hingga Jumat (26/2/2021) pekan lalu, harga emas dunia sudah lebih dari 16%.

Merosotnya harga emas dunia di tahun ini terbilang cukup menarik, sebab bahan bakar utama untuk menanjak masih ada. The Fed belum merubah kebijakannya, suku bunga 0,25% masih akan dipertahankan hingga tahun 2023. Sementara QE senilai US$ 120 miliar per bulan juga belum akan dikurangi.

Selain itu, pemerintah AS di bawah Presiden ke-46 Joseph 'Joe' Biden, juga berencana menggelontorkan stimulus fiskal senilai US$ 1,9 triliun, yang kemungkinan besar akan cair dalam waktu dekat.

House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat/DPR) AS pada Sabtu (27/2/2021) pagi waktu setempat sudah meloloskan rancangan undang-undang kebijakan fiskal senilai US$ 1,9 triliun, dan kini diserahkan ke Senat AS.

"Kini, rancangan undang-undang sudah diserahkan ke Senat AS, saya berharap mereka akan bertindak cepat. Kita tidak perlu membuang waktu," kata Presiden AS Joseph 'Joe' Biden, sebagaimana dilansir CNBC International, Sabtu (27/2/2021).

"Jika kita bertindak sekarang - tegas, cepat dan berani, kita akhirnya akan bisa mengatasi virus (Covid-19) ini. Kita pada akhirnya akan menggerakkan perekonomian lagi," tambah Biden.

Stimulus moneter dan fiskal yang sama membawa emas mencetak rekor tahun lalu, tetapi di awal tahun ini seakan tak berdampak bagi emas dunia. Alhasil harga emas Antam juga terus menurun.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Harga Emas Dunia Diramal Bangkit, Waktunya Borong Antam?

Harga Emas Dunia Diramal Bangkit, Waktunya Borong Antam?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading