Trio IRRA - KAEF - INAF Bisa Bangkit? Ini Penjelasannya

Investment - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
02 February 2021 13:32
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham farmasi hancur lebur dalam beberapa waktu terakhir, atau sejak pertengahan bulan lalu dengan mayoritas terkoreksi ke level terendah. Investor pun bertanya-tanya mengenai kelanjutan nasib saham-saham farmasi ini ke depannya.

"Saham-saham sektor farmasi ini sudah mengalami kenaikan fantastis 400-500% sampai sekarang, memang ada potensi koreksi wajar karena kenaikannya tinggi sekali, dimana ini ngga mencerminkan fundamental perusahaan, sangat spekulatif, fundamental belum menopang," kata Deputy Head of Research MNC Sekuritas Victoria Venny dalam Investime, CNBC Indonesia dikutip Selasa (2/2/21).

Ada harapan positif kala distribusi vaksin terjadi sehingga mendorong kinerja fundamental lebih baik, namun sentimen vaksin sudah ada sejak jauh-jauh hari sampai indeks di farmasi meningkat signifikan.


"Peluang rebound dari kami masih ada peluang rebound, tapi apabila masing-masing saham tembus area tertentu, masih akan ada penurunan kembali. Contohnya KAEF kemungkinan menguji MA 200 di area 2.500-2.650 terlebih dahulu, Kalau tembus area tersebut sebenarnya KAEF masih ada potensi rebound ke level 3300," papar Venny.

Sementara IRRA untuk distribusi alat kesehatan ada potensi koreksi untuk menguji MA di 60, jadi volume cukup tinggi di level 1500-1590. "Apabila ngga ketembus di level akan rebound sementara di resisten tedekat 2250," sebutnya.

Meski dihadapi prediksi yang tidak begitu baik, namun pergerakan saham farmasi di awal Februari yang jatuh pada hari Senin (1/2/2021) ini mulai kembali pulih ditandai dengan rebound beberapa saham farmasi. Pada penutupan sesi I kemarin, setidaknya ada 4 dari 7 saham farmasi dan pendukungnya berhasil berbalik arah.

Beberapa di antaranya ada saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang tumbuh 2,05% ke Rp 1.495/unit pada penutupan sesi pertama hari ini

Adapun nilai transaksi saham KLBF mencapai Rp 66 miliar dengan volume transaksi mencapai 45,3 miliar lembar saham. Asing juga melakukan net buy di saham KLBF melalui pasar reguler sebesar Rp 291,64 juta.

Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) naik 8,72% menjadi Rp 3.240. Saham PT Indofarma Tbk (INAF) dpada penutupan sesi pertama hari ini, saham INAF naik 6,97% menjadi 3.080 Hal sama juga masih terjadi di saham penyedia jarum suntik, yakni PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang naik 6,21% menjadi Rp 1.790.


[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading