Yield Obligasi RI Tinggi, Ini Cara Bank 'Selamatkan' Deposito

Investment - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
06 February 2019 11:06
Yield Obligasi RI Tinggi, Ini Cara Bank 'Selamatkan' Deposito
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pelaku industri perbankan mengaku tingginya imbal hasil (yield) Saving Bond Ritel (SBR) seri 005 dan Sukuk Tabungan (ST) 003 memang menjadi tantangan di industri perbankan.

Pada awal tahun ini, kementerian keuangan menerbitkan dua obligasi ritel. Saving Bond Ritel (SBR-005) yang memberikan imbal hasil 8,15% dan Sukuk Tabungan (ST-002) dengan imbal hasil 8,15%

Adapun bunga deposito yang dijamin LPS, saat ini maksimal 7% dengan nilai maksimal Rp 2 miliar. Masyarakat yang ingin mendapatkan bunga yang lebih tinggi atau spesial rate tidak akan mendapat penjaminan dari LPS.


Wakil Direktur Bank Negara Indonesia (BNI) Herry Sidharta mengatakan, memang saat ini opsi Investasi bagi nasabah cukup beragam. Terbaru adalah pemerintah menetapkan imbal hasil SBR-005 dan ST-003 yg secara umum BI 7 days RR + 215 bps (minimum imbal hasil 8,15%).

"Untuk perbankan khususnya BNI memandang hal ini dapat menjadi tantangan bagi dana pihak ketiga (DPK) khususnya deposito," kata Herry Sidharta kepada CNBC Indonesia, Senin (4/2/2019).

Namun demikian, lanjut Herry, mengingat produk sejenis sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Maka, pihaknya memproyeksi tingginya imbal hasil SBR atau ST tidak akan terlalu signifikan kepada bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV ini.

Di sisi lain, deposito BNI saat ini masih didominasi oleh segmen business banking (dana korporasi/institusi) sehingga dampaknya relatif dapat diminimalisir. "Hal ini mengingat skim SBR-005 misalnya dengan limitasi Rp3 miliar dan tenor 2 tahun. Deposito BNI sendiri masih didominasi oleh segmen business banking sehingga dampaknya relatif dapat diminimalisir," ungkapnya.

Bank BNI juga berupaya untuk menjaga pertumbuhan DPK dengan mengoptimalisasi funding dana melalui layanan digital banking, optimalisasi cash management, penetrasi pada transaksi online dan terus meningkatkan customer based dana, termasuk dana non konvensional.

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja memilih untuk menilai adanya imbal hasil tinggi dari SBR 005 sebagai pelengkap dalam instrumen investasi. Sehingga keberadaannya bukan pengganti deposito. 

Dari segi skema produk pun berbeda dengan deposito, lanjut Parwati, di mana Sukuk Tabungan yang memang memberikan return  lebih tinggi tetapi diposisikan untuk investasi jangka waktu sedikit lebih panjang yaitu 2 tahun. Pencairannya bisa dilakukan pada akhir tahun pertama maksimal 50% dari kepemilikan.

 "Sedangkan deposito atau tabungan memiliki keuntungan tingkat likuiditas dan bisa untuk dana taktis. Kami berpendapat bahwa Sukuk Tabungan sebaiknya bukan dipandang sebagai pengganti deposito melainkan justru bisa melengkapi satu sama lain." katanya. 

Parwati melanjutkan, untuk deposito maksimum di 7,50% untuk penempatan deposito tenor 3 bulan, dan tergantung jumlah dana yang ditempatkan bisa sampai 7,75% untuk penempatan deposito tenor 6 bulan.

Simak video prediksi kondisi likuiditas perbankan tahun ini dari LPS di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading