'Bunga' Tinggi, Investor Reksa Dana Beralih ke Obligasi Ritel

Investment - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
06 February 2019 10:48
'Bunga' Tinggi, Investor Reksa Dana Beralih ke Obligasi Ritel
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan pemerintah untuk memberikan imbal hasil tinggi pada obligasi ritel. Berpotensi membuat minat investor untuk masuk ke reksa dana.

Pada awal tahun ini, kementerian keuangan menerbitkan dua obligasi ritel. Saving Bond Ritel (SBR-005) yang memberikan imbal hasil 8,15% dan Sukuk Tabungan (ST-002) dengan imbal hasil 8,15%. Tahun ini pemerintah berencana menerbitkan obligasi ritel Rp 80 triliun.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ada potensi 5%-10% dana investor di reksadana terproteksi beralih ke SBR. 


"Kalau SBR ini sedikit banyak akan berpengaruh juga ke reksa dana terproteksi. Meskipun secara nominal reksa dana terproteksi masih besar ya hampir Rp 150 triliun di industri," kata Wawan kepada CNBC Indonesia, Senin (4/2/2019).

Sebetulnya, kata Wawan, persentase 5%-10% itu tidak terlalu besar. Pasalnya, pemilik reksa dana terproteksi mayoritas dari institusi, misalnya perusahaan asuransi. Sementara, SBR fokus pada ritel. Sehingga, pangsa pasar jelas berbeda.

"Maksimal 5%-10% dari yang tadinya terproteksi bisa ke surat berharga ritel karena pangsa pasar juga beda ya. Ditambah, SBR pangsa pasarnya luas, bisa dijual via agen dan secara nominal tidak besar juga," ucapnya.

Di sisi lain, pengaruh yield tinggi pada SBR tidak akan terlalu berpengaruh terhadap reksa dana pasar uang. Sebab, reksadana pasar uang lebih fokus pada likuiditas. Sementara, surat berharga pemerintah dikunci selama dua tahun sehingga pangsa pasar juga berbeda. 

"Kalau reksa dana terproteksi mungkin agak beririsan karena sama-sama dilock. Meskipun reksadana terproteksi jangka waktunya antara 3-5 tahun," imbuhnya.

Kendati demikian, dari sisi return sejatinya ada instrumen investasi yang menawarkan return lebih tinggi ketimbang SBR, yakni obligasi korporasi atau MTN yang diterbitkan korporasi atau BUMN. Saat SBR menawarkan imbal hasil 8%, obligasi bisa menawarkan imbal hasil 9%-10% dengan periode yang lebih panjang.

"Jadi semua tergantung tujuan dari investor. Tapi dari sisi return reksadana terproteksi sebenarnya masih lebih tinggi dari SBR." tandasnya.

Di tengah kondisi global bahkan kinerja reksa dana terproteksi masih bertumbuh di akhir tahun lalu sebesar Rp40 triliun. 

Saksikan video tentang cara mengail cuan dari obligasi ketika The Fed dovish di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading