Kemenkeu Tawarkan Surat Utang Ketengan Mulai 10 Januari!

Investment - Irvin Avriano Arief, CNBC Indonesia
03 January 2019 - 21:45
Kemenkeu Tawarkan Surat Utang Ketengan Mulai 10 Januari!
Jakarta, CNBC Indonesia - Obligasi tabungan ritel (saving bond retail/SBR) seri 005 akan mulai ditawarkan 10 Januari. 

Berdasarkan media sosialisasi Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, obligasi ritel tersebut akan ditawarkan mulai Rp 1 juta dan maksimal pembeliannya ditetapkan Rp 3 miliar. 

Kupon dari SBR005 tersebut akan ditetapkan pada 8 Januari dan ditawarkan mulai 10 Januari-24 Januari 2019.


Data di salah satu mitra distribusi (midis) menunjukkan waktu penetapan hasil penjualan pada 28 Januari 2019, dan penyelesaian transaksi (settlement) pada 30 Januari 2019.

KegiatanWaktu
Penetapan Nilai Kupon8 Januari 2019
Masa Penawaran10 Januari-24 Januari 2019
Penetapan Hasil Penjualan28 Januari 2019
Penyelesaian Transaksi (Settlement)30 Januari 2019
Pembukaan early redemption27 Januari 2020, 09:00
Penutupan early redemption4 Februari 2020, 15:00
Settlement early redemption10 Februari 2020
Sumber: Diolah

SBR, sama seperti versi syariahnya yaitu Sukuk Tabungan (ST), memiliki tingkat kupon bunga (dan kupon imbal hasil untuk ST) melalui metode mengambang dengan tingkat bunga minimal (floating with floor). 

Kupon tersebut akan disesuaikan pada periode 3 bulanan jika terjadi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. 

Namun, minimal kuponnya tidak dapat lebih rendah dari yang ditetapkan pertama kali penerbitan sampai dengan jatuh tempo sehingga memberikan kepastian batas bawah kupon kepada investornya dibandingkan dengan instrumen lain. 

Meskipun demikian, karakteristik efek tersebut adalah tidak dapat dijual secara bebas setiap waktu dan hanya memiliki jendela penjualan dengan waktu yang sudah ditentukan (early redemption).  

Untuk memasarkan SBR005, pemerintah mengimbau publik untuk mendaftarkan diri dulu di mitra distribusi (midis) yang sudah ditunjuk pemerintah karena proses pendaftarannya akan memakan waktu sampai bisa memesan surat utang ketengan tersebut. 

Midis tersebut terdiri dari empat perusahaan berbasis teknologi informasi yaitu PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) dan PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku), PT Investree Radhika Jaya (Investree), serta  satu sekuritas dan enam bank. 

Sekuritas tersebut adalah PT Trimegah Sekuritas Tbk (TRIM). 

Perbankan yang menjadi midis adalah PT Bank Permata Tbk (BNLI), PT Bank Negara Indonesia TBk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). 

Tahun 2018, pemerintah menerbitkan dua SBR yaitu seri SBR003 dan SBR004 dengan total Rp 9,24 triliun.  

Penerbitan SBR menjadi bagian dari obligasi ritel yang secara total diterbitkan pemerintah Rp 45,96 triliun tahun lalu. 

Tahun ini, pemerintah menjadwalkan penerbitan obligasi ritel sebanyak Rp 60 triliun. 

Penerbitan itu akan dilakukan melalui 10 kali penawaran yang terdiri dari 4 kali SBR, 4 kali ST, satu kali obligasi negara ritel (ORI), dan satu kali penerbitan sukuk ritel (SR). 

Berkaca pada komposisi nilai penerbitan 2018, maka nilai penerbitan SBR dan ST tahun ini dapat diasumsikan sebesar Rp 5 triliun untuk setiap penerbitan, sedangkan ORI dan SR masing-masing Rp 10 triliun.

ORI dan SR adalah seri obligasi ritel yang memiliki pasar sekunder, sehingga investor dapat menjual kembali obligasi yang dimilikinya di agen penjual setiap waktu dan tidak tergantung dari waktu tertentu dan tidak tergantung momentum early redemption layaknya SBR dan ST.
   
Penerbitan Obligasi Ritel Pemerintah 2018 
SeriKuponTenorJatuh tempoNilai penerbitan (Rp triliun)
SBR-0036.8%2 tahun20201,920
SBR-0048.05%2 tahun20207,320
ORI-0158.25%3 tahun202123,378
SR-0105.90%3 tahun20218,400
ST-0028.30%2 tahun20204,945
JumlahRp 45,96 triliun
Sumber: Diolah     

TIM RISET CNBC INDONESIA



(irv/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading