Jiwasraya: Dari Hampir Bangkrut Hingga Kesulitan Likuiditas

Investment - Tim CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
18 December 2018 15:39
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 141 pemegang polis yang menjadi 'korban' gagal bayar produk unit link Saving Plan Jiwasraya mengancam akan mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) jika hingga Rabu (19/12/2018) manajemen tidak memberikan solusi pembayaran klaim.

Kasus ini bermula dari pengumuman manajemen pada 1 Oktober 2018 yang menyebut perusahaan sedang alami tekanan likuiditas sehingga harus menunda pembayaran polis jatuh tempo sebesar Rp 802 miliar.

Produk saving plan bermasalah karena sebagian dana diinvestasikan di pasar modal. Investasi ini tergolong tidak sukses karena tidak dapat memenuhi imbal hasil yang dijanjikan kepada pemegang polis. Manajemen pun tak bisa melakukan cut-loss karena bisa dianggap merugikan negara dan terancam pidana.


Masalah inipun mengundang kementerian BUMN turun tangan. Menteri BUMN Rini Soemarno menugaskan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit terhadap Jiwasraya.

Akhirnya, solusi sementara dicetuskan Jiwasraya memutuskan untuk membayar bunga kepada 1.286 pemegang polis yang telah jatuh tempo. Adapun nilainya mencapai Rp 96,58 miliar.

Jiwasraya bahkan memberikan pembayaran di muka atas bunga roll over bagi para pemegang polis yang ingin melakukan roll over polisnya. Adapun bunga yang dibayar di muka mencapai 7% p.a atau 7,49% p.a nett efektif sebagai upaya win win solution kepada pemegang polis.

Adapun yang tidak ingin melakukan roll over, Manajemen Jiwasraya memberikan bunga pengembangan efektif sebesar 5,75% p.a netto.

(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading