BUMN Bikin LinkAja, Telkomsel Jadi Pemegang Saham Pengendali?

Fintech - Roy Franedya & Bernhart Farras, CNBC Indonesia
04 February 2019 - 12:33
BUMN Bikin LinkAja, Telkomsel Jadi Pemegang Saham Pengendali?
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana meluncurkan layanan pembayaran dompet digital berbasis QR Code pada awal Maret 2019. Layanan ini akan menjadi penantang Go-Pay dan OVO dalam bisnis mobile payment.

Layanan LinkAja akan berada di bawah PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), fintech bikinan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang ditempatkan di bawah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Pada tahap awal, T-Cash akan bersalin menjadi LinkAja. Perubahan ini efektif pada 21 Februari 2019. Setelahnya layanan T-Cash tidak aktif lagi. LinkAja nantinya akan menggabungkan produk T-cash milik Telkomsel, Yap! milik BNI, dan My QR dari Bank BRI.


"LinkAja merupakan sebuah layanan keuangan elektronik yang merupakan sinergi layanan keuangan elektronik dari berbagi Bank Usaha Milik Negara (BUMN)," ujar manajemen T-cash seperti dikutip dari situs webnya, Senin (4/2/2019). 

Sumber CNBC Indonesia membisikkan LinkAja akan dipimpin oleh Telkomsel. Anak usaha Telkom ini akan memiliki 25% saham LinkAja. Bank BRI, Bank Mandiri dan Bank BNI masing-masing 20%.

"Bank BTN memiliki 7% saham dan sisanya Pertamina," ujar sumber CNBC Indonesia, Sabtu (2/2/2019).

Sayang Telkomsel tidak bersedia mengonfirmasi struktur kepemilikan saham tersebut.

General Manager External Communication Telkomsel Denny Abidin mengatakan saat ini mananjemen belum bisa menjelaskan terkait pertanyaan yang diajukan CNBC Indonesia.

BUMN Bentuk LinkAja, Telkomsel Jadi Pemegang saham PengedaliFoto: Infografis/infografis Siapa di balik kejayaan Ovo & Gopay?/Aristya Rahadian Krisabella

Tanggapan resmi manajemen hanya "sehubungan dengan adanya rencana perubahan nama T-Cash menjadi LinkAja dalam waktu dekat, perlu kami sampaikan bahwa hingga saat ini T-Cash Telkomsel terus berkordinasi secara erat dengan para pihak mitra lainnya baik hal yang berkaitan dengan layanan operasional maupun detil program," jelasnya kepada CNBC Indonesia, Senin (4/2/2019).

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank BNI Dadang Setiabudi. Menurutnya saat ini LinkAja masih berproses.

"Untuk LinkAja masih berproses, jadi belum bisa memberikan tanggapan," jelasnya.







(roy/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading