Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
05 October 2026 18:00
Tesla CEO Elon Musk attends a state dinner hosted by US President Donald Trump and first lady Melania Trump for Chinese President Xi Jinping and his wife, Peng Liyuan, at the White House in Washington, D.C., US, September 24, 2026. REUTERS/Evelyn Hoc
Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO SpaceX Elon Musk akan mengganti perusahaannya SpaceXAI Perubahan ini menyusul desakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menggunakan istilah kecerdasan super (super intelligence/SI) bukan lagi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kepastian penggantian nama dari SpaceXAI menjadi SpaceXSI dikonfirmasi Musk saat ditanya oleh seorang pengguna X.

"Ya kami akan melakukan perubahan itu," jawabnya dikutip dari Reuters, Senin (5/10/2026).

Namun Musk tidak memberikan informasi tambahan soal perubahan nama itu. Termasuk kapan perubahan dilakukan.

Reuters melaporkan akun SpaceXAI masih sama dan belum diubah. Sementara pihak SpaceXAI juga belum menanggapi soal komentar bosnya itu.

Trump mendesak penggunaan kata Super Intelligence dalam pidatonya di Sidang Umum PBB September lalu. Langkah ini, dia mengatakan akan mengubah cara memandang teknologi iut.

Dia memastikan semua dokumen resmi pemerintahan AS bakal menggunakan istilah Super Intelligence. Harapannya untuk negara lain bisa mengikutinya.

"Kata 'artificial intelligence' itu tidak tepat dan terdengar tidak elegan," ujar Trump.

"Mulai saat ini, semua dokumen resmi Amerika Serikat akan menggunakan istilah yang jauh lebih akurat, 'super intelligence.' Semoga negara-negara lain ikut melakukan hal yang sama," ucapnya menambahkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Elon Musk Makin Ngaco, Omongannya Makin Enggak Masuk Akal


Most Popular
Features