Donor Rp 4,2 Triliun Buat Pilpres dapat Bintang Jasa dari Presiden

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 October 2026 19:40
Pendiri sekaligus CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, serta Presiden sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, tampak berada di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sektor teknologi di East Room, Washington, D.C., AS, pada
Foto: Pendiri sekaligus CEO SpaceX dan Tesla, Elon Musk, serta Presiden sekaligus CEO Nvidia, Jensen Huang, tampak berada di jalan masuk Gedung Putih usai acara jamuan makan siang bagi para pemimpin sektor teknologi di East Room, Washington, D.C., AS, pada 29 September 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menganugerahkan penghargaan tertinggi di bidang sains dan teknologi kepada para pimpinan perusahaan teknologi terbesar dunia. Nama Elon Musk berada di daftar teratas penerima medali tersebut, dikutip Kamis (8/10/2026).

Musk, pendiri SpaceX dan Tesla, menerima Medali Sains Nasional. Ia merupakan penyumbang keuangan terbesar bagi kampanye Trump pada pemilu 2024, dengan total sumbangan mencapai US$ 290 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun.

Selain Musk, penerima Medali Sains Nasional lainnya meliputi Sergey Brin sang pendiri Google, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO AMD Lisa Su, Michael Dell dari keluarga pemilik merek komputer Dell, dan CEO Microsoft Satya Nadella.

Tercatat seluruh nama besar yang menerima penghargaan ini pernah menyumbang dana kepada kampanye atau kegiatan pendukung Partai Republik dan Trump. Berdasarkan laporan keterbukaan dana kampanye Sergey Brin menyumbang ratusan ribu dolar ke Komite Nasional Partai Republik pada 2025, Jensen Huang menyumbang dana pembangunan ruang acara Gedung Putih, dan Nvidia memberikan US$ 1 juta untuk acara pelantikan Trump.

Michael Dell adalah donor Trump paling setia, bahkan bersama istrinya memberikan US$ 6,25 miliar untuk program tabungan anak yang digagas pemerintah. AMD juga turut menyumbang dana ke sejumlah program pendukung pemerintah

Pejabat Gedung Putih menyatakan para tokoh ini dihormati karena kontribusi mereka menjaga posisi Amerika Serikat tetap memimpin dunia dalam inovasi. Namun pemberian penghargaan ini menimbulkan pertanyaan tentang keterkaitan antara dukungan keuangan dan perolehan kehormatan negara.

Hanya seminggu sebelumnya, Trump mengundang para tokoh teknologi tersebut ke jamuan makan siang di Gedung Putih untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan. Saat itu, ia menyebut telah menandatangani pernyataan komitmen bersama yang ia sebut "mengikat secara moral".

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Orang Terkaya Lakukan Ini Supaya Presiden Senang


Most Popular
Features