Google Ikut Aturan RI, Cara Masuk Internet Berubah Total

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 15:00 WIB
Foto: Google. (REUTERS/Carlos Jasso/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Google kini memperkenalkan cara baru verifikasi untuk login ke akun yaitu menggunakan rekaman video wajah. Sistem autentikasi menggunakan biometrik ini serupa dengan aturan yang mulai diterapkan di Indonesia untuk pendaftaran kartu SIM mulai 1 Juli 2026.

Fitur bernama Selfie Video ini diumumkan pada 23 Juli 2026, memungkinkan pengguna merekam gerakan kepala secara sebagai konfirmasi identitas jika lupa kata sandi atau kehilangan akses ke perangkat biasa.

Saat mengaktifkan fitur ini, pengguna diminta untuk menatap kamera dan mengikuti arahan gerakan kepala sederhana. Rekaman tersebut akan disimpan secara terenkripsi dan hanya bisa dihapus oleh pemilik akun.


Saat login, pengguna diminta melakukan gerakan serupa untuk dicocokkan dengan data yang sudah disimpan. Cara ini mirip dengan mekanisme verifikasi wajah yang kini wajib untuk pendaftaran kartu SIM baru di Indonesia sesuai Permenkomdigi Nomor 7 Tahun 2026.

Dalam aturan tersebut, setiap pendaftaran kartu SIM perdana wajib mencocokkan wajah dengan data kependudukan di Dukcapil demi mencegah penyalahgunaan identitas. Google menyatakan fitur ini juga dirancang untuk menolak rekaman palsu atau foto diam, sehingga lebih aman dari pemalsuan identitas.

Penerapan ini juga selaras dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang mewajibkan izin tegas sebelum mengumpulkan data biometrik, serta menjamin hak pengguna untuk menghapus data kapan saja. Google menegaskan rekaman tersebut hanya digunakan untuk verifikasi identitas masuk akun dan tidak akan dipakai untuk tujuan lain tanpa persetujuan pengguna.

Saat ini fitur ini diluncurkan secara bertahap untuk akun pribadi, dan belum tersedia untuk akun kerja, anak, atau yang tergabung dalam perlindungan keamanan tingkat tinggi.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?