China Umumkan Rencana Besar Kuasai Dunia, Amerika Kalah Telak

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
06 March 2026 21:40
Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: Foto kolase bendera Amerika Serikat dan China. IREUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengumumkan rencana besar untuk mempercepat dominasi teknologi mereka di dunia melalui pengembangan kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, hingga robot humanoid dalam cetak biru kebijakan lima tahunan terbarunya.

Dokumen yang dirilis bersamaan dengan pembukaan sidang National People's Congress tersebut menegaskan ambisi Beijing untuk merebut posisi tertinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengejar terobosan menentukan dalam teknologi inti.

Dalam dokumen tersebut, pemerintah China menyebut AI sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi negara itu. Bahkan istilah AI disebut lebih dari 50 kali dalam dokumen setebal 141 halaman yang juga memuat program besar bertajuk AI+ Action Plan.

Rencana tersebut mencakup berbagai kebijakan, mulai dari penggunaan robot untuk mengisi kekurangan tenaga kerja hingga penerapan agen AI yang mampu menjalankan berbagai tugas dengan sedikit arahan manusia.

Peneliti teknologi China di Brookings Institution, Kyle Chan, mengatakan strategi Beijing bertujuan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.

"Tujuan Beijing adalah menggunakan AI dan robotika untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja di berbagai sektor, mulai dari manufaktur dan logistik hingga pendidikan dan layanan kesehatan," kata Chan, dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2026).

Selain AI, pemerintah China juga menargetkan terobosan teknologi di berbagai bidang mutakhir, seperti komputasi kuantum, jaringan komunikasi 6G, hingga teknologi embodied AI yang menjadi dasar pengembangan robot humanoid.

Perdana Menteri China Li Qiang bahkan menempatkan teknologi sebagai prioritas utama dalam laporan kerja pemerintah terbaru, dengan menyebutnya sebagai kekuatan produktif berkualitas baru.

Persaingan Lawan Dominasi Amerika Serikat

Langkah agresif China ini juga didorong oleh persaingan teknologi yang semakin tajam dengan Amerika Serikat. Selama ini Beijing masih bergantung pada sejumlah teknologi AS seperti chip semikonduktor dan pesawat.

Persaingan teknologi antara kedua negara membuat masing-masing pihak memberlakukan pembatasan ekspor terhadap sejumlah produk dan sumber daya penting, terutama chip canggih oleh Washington serta logam tanah jarang dan mineral kritis oleh Beijing.

China mengklaim kini mulai unggul dalam sejumlah sektor teknologi masa depan, termasuk AI, biomedis, robotika, hingga komputasi kuantum. Perusahaan pengembang model AI China seperti DeepSeek juga disebut menunjukkan kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, pemerintah China juga berencana membangun pusat komputasi berskala sangat besar yang didukung listrik murah serta mendorong pengembangan ekosistem AI berbasis open-source.

Analis teknologi di Gavekal Dragonomics, Tilly Zhang, menilai strategi open-source ini bisa menjadi keunggulan China dalam persaingan teknologi global.

"Saya percaya China telah mempelajari ini dengan sangat cermat dan memutuskan menjadikan AI open-source sebagai strategi utama sekaligus keunggulan kompetitif terhadap Amerika Serikat," ujarnya.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Menyerah ke China, Petaka Baru Ancam Amerika


Most Popular
Features