China Digencet, Trump Siapkan Pasukan Khusus di Banyak Negara

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 February 2026 15:15
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat mengadakan pertemuan bilateral di Bandara Internasional Gimhae, di sela-sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) punya 'senjata' baru untuk memenangkan kompetisi sengit melawan China untuk mendominasi industri teknologi. Pemerintahan Donald Trump melancarkan strategi 'soft power' dan diplomasi untuk memperluas pengaruh globalnya di sektor kecerdasan buatan (AI).

Pada Jumat (20/2) pekan lalu, Gedung Putih membentuk 'Tech Corps', yakni inisiatif di bawah payung 'Peace Corps' yang bertujuan mempromosikan teknologi AI buatan AS ke luar negeri. Langkah konkritnya adalah membantu negara-negara mitra untuk mengadopsi sistem AI buatan AS.

Peace Corps merupakan lembaga pemerintah independen AS yang akan mengirimkan sukarelawan-sukarelawan AS untuk mendukung proyek-proyek pengembangan AI lokal di berbagai negara, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, agrukultur, dan pertumbuhan ekonomi.

Tech Corps memiliki struktur yang mirip. Bedanya, lembaga ini akan merekrut, melatih, dan mengerahkan sukarelawan dengan keterampilan teknologi, termasuk engineer dan lulusan sains, teknologi, teknik, dan matematika. Mereka akan memberikan dukungan tahap akhir bagi implementasi solusi AI buatan AS di luar negeri, khususnya pada lapisan aplikasi.

Laman resmi Tech Corps telah diluncurkan dan menerima aplikasi lamaran bagi yang berminat menjadi sukarelawan. Dalam sebuah pengumuman, Peace Corps mengatakan solusi AI yang diimplementasikan oleh kelompok baru ini akan diarahkan pada masalah akar rumput di dunia nyata di sektor-sektor utama, termasuk pertanian, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi.

Para sukarelawan akan dikirim ke berbagai negara untuk berpartisipasi dalam Program Ekspor AI Amerika yang telah diumumkan pada Juli 2025 melalui perintah eksekutif pemerintahan Trump. Tujuannya adalah menjaga dominasi AS dalam memimpin teknologi canggih global.

Perintah eksekutif ini sejalan dengan upaya AS yang lebih luas untuk melawan pengaruh teknologi China secara global, termasuk di negara-negara berkembang, dikutip dari CNBC International, Senin (23/2/2026).

Perusahaan-perusahaan China telah mendapatkan daya tarik di beberapa negara berkembang dengan menawarkan model sumber terbuka atau model dengan bobot terbuka yang murah, sangat mudah disesuaikan, dan mampu berjalan di infrastruktur lokal, termasuk Qwen3 dan Deepseek.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article AI Bikin Warga RI Kaya Lebih Cepat, Begini Caranya


Most Popular
Features