Amerika Panik Dikejar China, Perusahaan Raksasa Minta Tolong DPR

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
18 February 2026 07:50
OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Foto: OpenAI. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI memperingatkan anggota parlemen Amerika Serikat bahwa perusahaan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, diduga berupaya meniru teknologi AI milik perusahaan-perusahaan terdepan di AS.

Dalam memo yang dikirim ke Komite Khusus DPR AS tentang Persaingan Strategis dengan China, OpenAI menyebut DeepSeek menargetkan model AI buatan mereka dan perusahaan lain untuk dijadikan bahan pelatihan.

Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu menuduh DeepSeek melakukan upaya berkelanjutan untuk menumpang pada kemampuan yang dikembangkan oleh OpenAI dan laboratorium AI terdepan lainnya di AS.

OpenAI menjelaskan, teknik yang digunakan dikenal sebagai distillation, yakni metode yang memanfaatkan model AI lama yang lebih kuat untuk menilai jawaban model baru, sehingga pembelajaran dari model lama dapat ditransfer.

Dalam memo tersebut, OpenAI mengaku menemukan akun yang terkait karyawan DeepSeek yang mencoba menghindari pembatasan akses.

Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan router pihak ketiga yang disamarkan serta metode lain untuk menyembunyikan sumber akses.

"Kami juga mengetahui bahwa karyawan DeepSeek mengembangkan kode untuk mengakses model AI AS dan memperoleh output untuk distilasi secara terprogram," tulis OpenAI dalam memo tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (13/2/2026).

Hingga kini, DeepSeek dan perusahaan induknya, High-Flyer, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Startup berbasis di Hangzhou itu sebelumnya sempat mengguncang pasar global setelah merilis model AI yang diklaim mampu menyaingi produk-produk terbaik dari Amerika Serikat.

Hal itu memicu kekhawatiran di Washington bahwa China dapat mengejar ketertinggalan dalam perlombaan AI, meski menghadapi berbagai pembatasan.

OpenAI juga menilai model bahasa besar dari China mengambil jalan pintas dalam hal pelatihan dan penerapan model baru secara aman.

Meski demikian, sejumlah eksekutif Silicon Valley sebelumnya memuji model DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1 yang kini tersedia secara global.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pencipta ChatGPT Habis Rp1,65 Triliun, Ditiru China Modal Rp4,8 Miliar


Most Popular
Features