Raja Hotel Dunia Diserang, Karyawan Pasrah Dirampok Maling

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 January 2026 20:00
Ilustrasi kamar hotel. (Dok. Pixabay)
Foto: Ilustrasi kamar hotel. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa perhotelan dunia, Hyatt dikabarkan mendapatkan serangan siber. Sejumlah data sensitif karyawan berhasil dicuri dalam kejadian tersebut.

Serangan itu terjadi pada Hyatt Place Chelse New York yang merupakan bagian dari Hyatt Hotels Corporation. Namun hingga kini belum diketahui berapa orang yang terdampak dari kejadian tersebut.

Pelaku bernama NightSpire mengklaim mencuri 48,5 GB dari hotel bagian dari Hyatt Hotels Corporation.

NightSpire juga membagikan sampel file yang mereka curi. Peneliti keamanan dari Cybernews yang menganalisa sampel mengatakan file itu berisi faktur, laporan pengeluaran dengan nama lengkap karyawan, informasi kontak, tanda tangan dan data perusahaan mitra.

Tech Radar mengatakan data-data yang didapatkan itu cukup untuk melakukan serangan phishing pada karyawan Hyatt dan orang penting lainnya. Termasuk dapat digunakan untuk mencuri lebih banyak data sensitif lainnya.

Sementara menurut Cybernews, file yang ditampilkan kemungkinan termasuk kredensial karyawan untuk CMS internal.

"Detil kontak dan tanda tangan email yang terungkap terlihat tidak berbahaya, namun memberi penyerang yang dibutuhkan untuk melakukan kampanye rekayasa sosial dan penipuan yang meyakinkan," kata para peneliti, dikutip dari Tech Radar, Rabu (21/1/2026).

Para peneliti juga menambahkan saat kredensial karyawan digunakan dapat berisiko seperti mengakses alat internal, membaca komunikasi sensitif atau menyerang jaringan Hyatt.

Belum ada pernyataan resmi soal serangan ini dari Hyatt.

Sebagai informasi, Hyatt Hotels Corporation mengoperasikan lebih dari 1.350 hotel dan properti all-inclusive di seluruh dunia. Sekitar 52 ribu orang bekerja di bawah raksasa perhotelan global tersebut.

Jutaan tamu setiap tahunnya menginap di sana dengan program loyalitasnnya lebih dari 60 juta anggota. Pendapatan tahunannya sendiri mencapai US$6,6 miliar (Rp 11,7 triliun).

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Serangan Siber Kian Brutal, Ini Cara Keamanan Siber Melindungi!


Most Popular
Features