Raja HP Gaming Menyerah, Tegas Tak Bakal Rilis Ponsel Baru

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
20 January 2026 19:20
Asus Zenfone 10. (Dok. ASUS)
Foto: Asus Zenfone 10. (Dok. ASUS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Asus memastikan tidak akan merilis model smartphone baru pada 2026. Keputusan tersebut memperkuat spekulasi bahwa perusahaan teknologi asal Taiwan itu bakal hengkang dari pasar Android.

Konfirmasi disampaikan Ketua Asus Jonney Shih pada sebuah acara di Taiwan, 16 Januari 2026. Merujuk laporan Inside, Shih menyatakan bahwa Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru pada masa mendatang.

Kendati demikian, Asus memastikan dukungan terhadap pengguna yang masih memakai perangkatnya akan tetap berjalan, termasuk pembaruan perangkat lunak dan layanan garansi.

Sinyal mundurnya Asus dari pasar smartphone sebelumnya dikabarkan oleh DigiTimes pada awal Januari. Namun hingga kini belum jelas apakah keputusan tersebut menjadi langkah permanen atau sekadar jeda sementara. Dalam pidatonya, Shih sempat menyinggung kemungkinan Asus kembali ke pasar smartphone di masa depan, tetapi tidak memberikan konfirmasi.

Mengutip PCMag, selama ini Asus menggarap dua portofolio produk, yakni lini flagship Zenfone dan seri ROG Phone untuk pasar gaming. Namun peluncuran perangkat kelas atas Asus terakhir terjadi hampir satu tahun lalu.

Situs resmi perusahaan masih mencantumkan ROG Phone 9 dan ROG Phone 8, tetapi seluruh model tercatat habis di pasar Amerika Serikat. Sementara itu, lini Zenfone tidak lagi muncul di situs, sejalan dengan keputusan Asus untuk tidak menjual Zenfone 12 Ultra 2025 di kawasan tersebut.

Mundur atau berhentinya Asus menambah tekanan pada pasar ponsel gaming yang tergolong niche. Kompetitor seperti Redmagic bahkan menyambut kabar tersebut sejak awal Januari.

Asus juga mengindikasikan alih fokus ke proyek-proyek berbasis kecerdasan buatan (AI). Dalam pidatonya, Shih menyebut kemungkinan mengalihkan tim riset dan pengembangan smartphone untuk mengerjakan perangkat seperti kacamata pintar dan robotika.

Di luar itu, Shih turut menyoroti kenaikan harga memori yang tengah terjadi di industri semikonduktor global. Ia menyebut kenaikan harga kemungkinan akan terjadi, tetapi Asus berupaya mengimbangi melalui kolaborasi rantai pasok dan optimalisasi desain produk.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article iPhone Makin Ditinggal, Orang Amerika Ramai-ramai Pindah ke HP Android


Most Popular
Features