Kutub Selatan Bergeser, Ahli Tunjuk Lokasi yang Baru

Redaksi,  CNBC Indonesia
08 January 2026 20:40
Stasiun Amundsen-Scott. (Dok: NASA Via AP)
Foto: Stasiun Amundsen-Scott. (Dok: NASA Via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 1 Januari lalu, ilmuwan di Antartika menggeser lokasi titik Kutub Selatan. Peneliti di stasiun Amundsen-Scott harus memindahkan penanda Kutub Selatan tiap tahun yang tergeser bersama es di bawahnya.

Pusat penelitian Amundsen-Scott dikelola oleh Program Antartika Amerika Serikat. Lokasinya berada jauh dari perairan di "dalam" benua Antartika, dibangun di atas lempeng es yang tingginya 2.835 meter di atas permukaan laut.

Pergeseran titik geografi Kutub Selatan di stasiun tersebut bukan mengikuti pergeseran medan magnet Bumi. Penanda Kutub Selatan selalu bergeser karena lempeng es selalu bergerak. IFL Science mengibaratkannya seperti sirup kental di atas pancake.

Definisi titik geografi kutub adalah lokasi tempat sumbu rotasi Bumi bertemu dengan permukaan. Di Kutub Selatan, lokasi ini berada di atas es yang mengambang dan bergeser ke arah Laut Weddell. Pergerakan es di atas "tanah" ini membuat Stasiun Amundsen-Scott bergeser sekitar 10 meter tiap tahun.

Oleh karena itu, peneliti di pusat riset tersebut melakukan survei lokasi tiap tahun baru kemudian memindahkan tiang penanda titik Kutub Selatan. Tiang yang lama dicabut kemudian disimpan ke sebuah lemari. Tiang yang baru "diluncurkan" dalam sebuah acara kecil yang dihadiri oleh seluruh penghuni Stasiun Amundsen-Scott yang terdiri dari peneliti, teknisi, dan staf pendukung.

Tradisi serupa tidak ada di Kutub Utara. Alasannya, titik geografi Kutub Utara berada di dasar Samudra Arktik yang di permukaannya penuh dengan es yang mengambang dan secara periodik pecah, terbentuk kembali, dan bergerak terbawa arus dan terdorong angin.

Titik geografi kutub berbeda dengan titik magnet kutub yang juga terus-terusan berpindah di area ujung utara dan selatan Bumi. Menurut NOAA, titik magnet Kutub Selatan bergeser 55 kilometer setiap tahun.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan Temukan Dunia Lain Usia 14 Juta Tahun di Bawah Antartika


Most Popular
Features