CNBC Insight

Hajar Aswad Disebut Jatuh dari Surga, Ilmuwan Buka Fakta Sebenarnya

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
08 January 2026 12:10
Hajar Aswad berwarna hitam kecil-kecil. (Dok: Twitter/@ReasahAlharmain)
Foto: Hajar Aswad berwarna hitam kecil-kecil. (Dok: Twitter/@ReasahAlharmain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hajar Aswad selama ini dikenal sebagai batu yang jatuh dari surga. Batu tersebut sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim. 

Asal-usul Hajar Aswad yang jatuh dari surga menjadi perhatian para ilmuwan yang mencoba mencoba mencari tahu jawabannya secara sains. 

Sejumlah ahli berpendapat Hajar Aswad masuk sebagai batu meteor atau meteorit. Ada fakta sejarah yang menyebutkan jejak-jejak meteorit dekat Kakbah, tempat Hajar Aswad berada.

Selain itu, E. Thomsen dalam studi "New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba" (1980) mengatakan peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kemudian disebut Wabar pada 1932.

Kawah itu kemudian diukur. Dilaporkan berukuran lebih dari 100 meter, dan beberapa pecahannya ditemukan berada di sekitar kawah dan gurun.

Pecahannya terbentuk dari leburan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Thompson mengatakan campuran itu akan menampilkan warna putih pada lapisan di dalamnya, bagian luarnya terbungkus dengan cangkang hitam.

Warna hitam pada batuan berasal dari nikel yang didapatkan dari ledakan Nikel serta Ferum (besir) di luar angkasa.

Thomsen juga mengatakan ciri-ciri pecahannya sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Warna putih yang dipancarkan dari Hajar Aswad kemungkinan dari paparan bagian inti campuran zat kimia itu,

Lapisan warna putih tidak akan tahan lama dan membuatnya berada di bagian bawah lapisan hitam. Jadi pada akhirnya memang hanya tersisa batu dengan warna hitam saja.

Hajar Aswad sendiri digambar berwarna putih dan kemudian berubah menjadi hitam karena menyerap dosa manusia.

Sementara itu, bintik putih pada Hajar Aswad adalah sisa kaca dan batu pasir. "Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad," tulis Thomsen.

Penelitian lain mencoba menjelaskan usia batuan itu. Disebutkan usianya sama dengan jangkauan pengamatan Arab kuno, dan kemungkinan dibawa ke Makkah lewat Oman.

Namun teori Hajar Aswad adalah meteor juga punya kelemahan. Karena batu meteor tidak mengapung, tidak pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ilmuwan Ungkap Fakta Asal Usul Hajar Aswad Jatuh dari Surga


Most Popular
Features