Matahari Buatan China Ciptakan Energi Bersih yang Tadinya Mustahil
Jakarta, CNBC Indonesia - Para peneliti China mencatat langkah penting dalam pengembangan energi masa depan. Mereka berhasil mengoperasikan reaktor fusi nuklir bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) melewati batas kepadatan plasma yang selama puluhan tahun dianggap sulit ditembus.
EAST yang dijuluki "matahari buatan" China ini berfungsi meniru proses energi Matahari dengan memanfaatkan reaksi fusi. Reaktor tersebut mengurung plasma bersuhu sangat tinggi menggunakan magnet superkonduktor. Makin padat plasma di dalam reaktor, makin besar energi yang berpotensi dihasilkan, demikian dikutip dari Gizmochina, KamisĀ (8/1/2025).
Selama ini, peningkatan kerapatan plasma kerap memicu ketidakstabilan. Plasma bisa menjadi tidak terkendali dan menyentuh dinding reaktor, sehingga eksperimen harus dihentikan. Batas inilah yang dikenal sebagai batas Greenwald, yang telah lama menjadi penghambat pengembangan teknologi fusi.
Peneliti menemukan bahwa masalahnya tidak hanya terletak pada tingkat kepadatan plasma, tetapi juga pada masuknya partikel pengotor ke dalam plasma. Salah satu penyebab utamanya adalah tungsten, logam yang digunakan pada dinding reaktor dan dapat terlepas saat reaktor beroperasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan model baru bernama Boundary Plasma-Wall Interaction Self-Organization (PWSO). Model ini membantu mengendalikan interaksi antara plasma dan dinding reaktor sehingga jumlah pengotor bisa ditekan.
Dengan pendekatan tersebut, plasma EAST mampu beroperasi secara stabil dalam kondisi kerapatan tinggi tanpa mengalami gangguan. Hasil eksperimen ini sesuai dengan perhitungan para peneliti dan membuka peluang bagi pengembangan reaktor fusi yang lebih efisien di masa depan.
Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances. Meski pembangkit listrik fusi komersial masih memerlukan waktu untuk diwujudkan, terobosan ini dinilai sebagai langkah penting menuju sumber energi bersih dan berkelanjutan.
(dem/dem)[Gambas:Video CNBC]