Astronaut Nangis Lihat Bumi Dari Antariksa, Ada 'Malapetaka'?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
01 October 2022 19:00
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api  yang membakar hutan di Foresthill di Placer County, California, AS, Rabu (7/9/2022). Kebakaran hutan akibat gelombang panas di California, Amerika Serikat (AS), terus meluas dengan cepat. Kejadian tersebut menyebabkan dua orang tewas dan ribuan orang dievakuasi untuk mengungsi. (REUTERS/Fred Greaves) Foto: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar hutan di Foresthill di Placer County, California, AS, Rabu (7/9/2022). Kebakaran hutan akibat gelombang panas di California, Amerika Serikat (AS), terus meluas dengan cepat. Kejadian tersebut menyebabkan dua orang tewas dan ribuan orang dievakuasi untuk mengungsi. (REUTERS/Fred Greaves)

Jakarta, CNBC Indonesia - Astronaut Megan McArthur mengungkapkan kesedihannya beberapa waktu lalu. Dia mengaku menangis saat melihat keadaan bumi dari stasiun antariksa International Space Station (ISS).

Ini terjadi karena kebakaran di beberapa wilayah Bumi beberapa waktu terlihat dengan jelas dari antariksa. McArthur mengatakan kejadian itu bukan hanya terjadi di Amerika Serikat (AS).

"Kami sangat sedih melihat kebakaran di sebagian besar Bumi, bukan hanya Amerika Serikat," ujar McAthur dalam wawancaranya dengan Insider dan dikutip dari Futurism, Sabtu (1/10/2022).

McArthur menambahkan para ilmuwan telah memperingatkan terkait kebakaran hutan. Namun untuk menyelesaikannya dibutuhkan kerja sama dari semua komunitas global.

"Selama bertahun-tahun para ilmuwan dunia telah membunyikan bel alarm ini. Ini adalah peringatan bagi seluruh komunitas global. Butuh seluruh komunitas global untuk menghadapi ini dan mengatasi tantangan tersebut," jelasnya.

Kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu itu menimpa Siberia, Yunani, Spanyol, hingga Pacific Northwest. Turki kabarnya cukup terpukul dengan bencana itu dan AS melakukan upaya merekrut petugas kebakaran dengan jumlah cukup.

Selain itu, hutan hujan di Brazil mengalami ancaman deforestasi dan telah terjadi sejak beberapa waktu terakhir ungkap Simon Evans dari Carbon Brief.

Deforestasi merupakan kegiatan untuk mengalihgunakan lahan seperti pertanian, peternakan, bahkan kawasan tinggal atau perkotaan. Kejadian di Brazil dilakukan untuk menanam tanaman komersial seperti karet, gula dan tembakau.

Kegiatan itu lebih cepat terjadi lagi dalam paruh terakhir abad 20. Lahan diubah sebagai peternakan sapi, perkebunan tanaman skal industri seperti kedelai, kelapa sawit, serta penebangan.

Dari foto udara, lahan terlihat terus berkurang. Amazon juga menjadi lebih banyak melepaskan Co2 daripada menyerapnya 10 tahun terakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ilmuwan Bercocok Tanam Pakai Tanah Bulan, Hasilnya?


(npb/npb)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading