Hacker Bobol Satelit Internet Starlink, Ada Apa Elon Musk?

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
16 August 2022 17:35
Elon Musk akan Bawa Starlink untuk IPO Saham Foto: Elon Musk akan Bawa Starlink untuk IPO Saham

Jakarta, CNBC Indonesia - Hacker berhasil meretas jaringan satelit Starlink, divisi dari SpaceX, milik Elon Musk. Ini menggunakan perangkat buatan senilai US$25 (Rp 368 ribu) oleh peneliti keamanan bernama Lennert Wouters.

Dia mempresentasikan temuannya itu pada konferensi keamanan Black Hat di Las Vegas 10 Agustus 2022. Wouters menjelaskan serangannya itu dilakukan dalam program bug bounty milik perusahaan.

Wired mengungkapkan alat peretasan yang dikembangkan Wouters adalah papan sirkuit khusus dikenal sebagai modchips. Alat tersebut dibuat menggunakan suku cadang senilai US$25.

Meskipun baru diumumkan, Wouters telah memberitahu Starlink mengenai kerentanannya tahun lalu dan dibayar setelah mengidentifikasi mereka lewat program tersebut. SpaceX menyebut serangan itu secara teknis mengesankan dan pertama dari jenisnya yang disadari perusahaan.

"Pengguna Starlink normal tidak perlu khawatir mengenai serangan ini yang memengaruhi mereka atau mengambil apapun sebagai tanggapan," kata SpaceX dikutip dari Fortune, Selasa (16/8/2022).

Perusahaan mengklaim menggunakan beberapa lapisan pertahanan untuk memberikan perlindungan. Jadi saat satu lapisan dikompromikan, ada lapisan lain di belakangnya yang bekerja mengendalikan masalah.

Namun SpaceX tak menutup mata bakal ada serangan lain di masa depan. "Kami akan menjual banyak kit Starlink. Jadi kita harus berasumsi beberapa dari kit itu akan diberikan kepada orang-orang yang ingin menyerang," ucap perusahaan.

Sejumlah perusahaan teknologi banyak yang menawarkan hadiah untuk mereka yang berhasil meretas sistemnya. Karena perusahaan dapat memperbaiki bug yang ditemukan oleh peretas dengan niat baik.

Starlink sendiri menawarkan hadiah hingga US$25 ribu (Rp 368,8 juta) pada peneliti yang melaporkan temuan kerentanan perusahaan. SpaceX mencantumkan pembayaran rata-rata dalam tiga bulan terakhir adalah US$973 (Rp 14,3 juta).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Microsoft Akui Dibobol Hacker, Seberapa Parah?


(npb/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading