Perusahaan Elon Musk Minta Subsidi, Pemerintah AS Jawab Tegas

Tech - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 August 2022 17:45
Infografis: Nama Jabatan Unik di Startup, Elon Musk hingga Reza Rahadian Foto: Infografis/Nama Jabatan Unik di Startup, Elon Musk hingga Reza Rahadian/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - FCC (Federal Communications Commission) menolak permintaan subsidi penyediaan internet dari perusahaan milik Elon Musk, Starlink. Aplikasi itu untuk menyediakan broadband ke daerah perdesaan.

Sebagai informasi penyediaan broadband ke wilayah tersebut menelan biaya US$885 juta selama 10 tahun. Menurut FCC, perusahaan-perusahaan yang diberikan US$1,3 miliar termasuk SpaceX telah gagal memberikan layanan yang dijanjikan, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (11/8/2022).

Pembiayaan itu adalah Rural Digital Opportunity Fund merupakan program jangka panjang senilai US$9,2 miliar. Ini adalah upaya untuk meluncurkan layanan internet di wilayah yang belum terjangkau oleh perusahaan swasta karena mahal atau jauh jaraknya.


Perusahaan dapat mengajukan aplikasi permohonan untuk menyediakan layanan. Dua perusahaan yang sukses hingga tahap seleksi akhir adalah Starlink, perusahaan internet di dalam grup SpaceX milik Elon Musk, dan LTD Brodband dengan pengajuan US$885 juta dan US$1,3 miliar.

A SpaceX Falcon 9 rocket passes through clouds during launch from Cape Canaveral Air Force Station, in this view from Playalinda Beach at Canaveral National Seashore, Wednesday, Jan. 29, 2020. The rocket was carrying 60 Starlink satellites, the fourth launch of the SpaceX Starlink mission. (Joe Burbank/Orlando Sentinel via AP)Foto: Roket Falcon 9 SpaceX dengan muatan sekitar 60 satelit untuk jaringan broadband Starlink SpaceX lepas landas dari Space Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, Rabu, (29/1/2020). (Joe Burbank/Orlando Sentinel via AP)

Namun dalam penilaian FCC, LTD Broadband, dinkatakan sebagai "penyedia nirkabel tetap yang relatif kecil sebelum pelelangan" sehingga tak masuk akal jika diberikan proyek yang membuat mereka jadi perusahaan bernilai miliaran dolar dalam semalam.

Kemudian, LTD Broaband gagal memenangi lisensi di 7 dari 15 negara bagian. "Tidak cukup mampu untuk menyebarkan jaringan dengan cakupan, skala, dan ukuran yang dibutuhkan oleh tawaran pemenang luas LTD," kata FCC soal LTD Broadband.

Sedangkan Starlink ditolak dengan alasan yang kurang spesifik. FCC mempertanyakan soal penggunaan anggaran negara untuk mensubsidi teknologi yang masih dikembangkan.

"Teknologi Starlink sangat menjanjikan. Namun pertanyaan apakah akan secara publik mensubsidi teknologi yang masih berkembang untuk broadband konsumen - yang mengharuskan pengguna membeli piringan senilai US$ 600 - dengan hampir $ 900 juta dalam dana layanan universal hingga 2032, "kata Ketua Jessica Rosenworcel.

 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Starlink Milik Elon Musk Target Masuk Indonesia Tahun Depan


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading