Simak Pernyataan Lengkap Luhut Soal Investasi Tesla Rp 74,5 T

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
09 August 2022 19:42
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Foto: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut beberapa perusahaan asing yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, salah satunya Tesla.

Tesla merupakan produsen kendaraan listrik terbesar di Amerika Serikat, milik Elon Musk. Luhut bersama rombongan dari Indonesia sudah melakukan pertemuan dengan Elon Musk beberapa waktu lalu.

Pada acara CNBC Indonesia Economic Update Luhut mengatakan, Tesla telah meneken kontrak kerja sama dengan salah satu industri di kawasan Morowali. 


Seperti apa pernyataan Luhut, berikut hasil perbincangan antara CNBC Indonesia dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan:

Soal hilirisasi nikel, Indonesia merupakan produsen terbesar di dunia. Dengan potensi saat ini beberapa waktu lalu ada wacana Tesla dan Foxconn akan berinvestasi di Indonesia terkait dengan ekosistem kendaraan listrik. Updatenya seperti apa ?

Kalau sekarang Foxconn sudah masuk tinggal dia memperbesar jumlah investasinya. Saya kira tidak jadi isu lagi. Ford juga sudah masuk sudah tandatangan itu sudah lebih dulu sudah 3 minggu yang lalu.

Berapa nilai investasinya ?

Saya belum tahu kalau investasinya atau angkanya US$ 2,5 miliar mungkin bisa lebih besar dari itu. Kemudian Volkswagen (VW) dari Jerman. Kebetulan VW juga join dengan perusahaan Tiongkok yang ada di sini, Huayou. Bosch dari Jerman juga.

Kemudian Tesla. Tesla ini kami masih negosiasi terus. Karena Tesla ini masih sibuk dengan urusan dalam negeri dia, yaitu masalah twitter dan sebagainya.

Tapi mereka juga sudah membeli sekarang. Nah itu yang bagus, dua produk dari Indonesia. Dari Huayou satu lagi dari mana dia sudah tandatangan kontrak untuk 5 tahun jadi dia sudah mulai masuk tahap pertama. Nanti kita lihat lagi

Nilai kontrak berapa ?
Untuk membuat baterai lithium dia.

Lokasi dimana ?

Morowali. Itu ada berapa belas industri disana. Nah itu dia sudah engage salah satu itu kontrak dia mungkin sekitar US$ 5 miliar atau sekitar itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cerita Luhut Soal 1 Jam Ketemu Elon Musk dan Antusiasmenya


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading