Wow! Luhut Sebut Kontrak Kerja Sama Tesla Capai Rp 75 T

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
09 August 2022 11:21
Luhut Binsar Pandjaitan dan Elon Musk di Austin (Tangkapan layar ig pandusjahrir) Foto: Luhut Binsar Pandjaitan dan Elon Musk di Austin (Tangkapan layar ig pandusjahrir)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan kabar gembira bagi industri listrik Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, perusahaan mobil listrik pabrikan Amerika Serikat (AS) Tesla akan berinvestasi di Indonesia.

Luhut menyebut, saat ini pemerintah dan pihak Tesla masih terus melakukan pembahasan karena Tesla sendiri sampai saat ini tengah sibuk dengan urusan masing-masing tetapi tetap menjalin komunikasi.

"Tesla ini kami masih komunikasi terus karena Tesla masih sibuk urusan dalam negeri, masalah Twitter," kata Luhut dalam dialog ekslusif di segmen Economic Update Program Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (8/8/2022).


Luhut mengklaim, Tesla telah meneken kontrak kerja sama dengan salah satu industri di kawasan Morowali. Namun, dirinya tidak merinci perusahaan yang dimaksud.

"Sudah engage (mengikutsertakan) sekitar US$ 5 miliar (setara Rp 74,31 triliun dengan kurs Rp 14862,71/US$)," kata Luhut.

Luhut menegaskan, pemerintah Indonesia selama ini tidak memiliki kendala berarti dalam proses negosiasi bersama Tesla. Namun, Luhut mengatakan, masalah internal yang dihadapi perusahaan Elon Musk itu saat ini dianggap lebih penting.

"Seperti saya sampaikan tadi ada masalah domestik mereka, saya juga tidak ingin mencampuri. Komunikasi kami masih jalan. Dia tidak punya banyak pilihan, nanti kita lihat," jelasnya.

Bahkan, Luhut mengaku, pemerintah telah merencanakan pertemuan dengan tim Tesla. "Tim Tesla akan datang Agustus ini, saya janjian Senin akan bicara dengan timnya bagaimana progresnya," kata Luhut.

Luhut menekankan, kedua belah pihak sudah melakukan perjanjian untuk tidak membuka informasi apapun kepada masyarakat terkait segala hal yang sedang dibahas.

"Begini, kami ada perjanjian untuk tidak membuka apa yang akan kita bicarakan berdua. Ini gaya mereka jadi kita hormati," jelasnya.

Luhut menambahkan, hingga saat ini, proses pembicaraan masih berlangsung, dan belum ada perjanjian yang diteken. "Progres belum berhenti masih semua berproses. Saya tidak melihat ada hal-hal yang dari kita," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Catat! Elon Musk Ketemu Jokowi 14 Mei, Bahas Ekosistem EV?


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading