Bank Sentral Ini Uji Mata Uang Digital, Ikut India dan China

Tech - Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
30 June 2022 18:20
Eva Montes shows the Chivo Wallet app, a Bitcoin wallet that the Salvadoran government is launching for the use of Bitcoin as a legal tender, installed in her phone in Mejicanos, El Salvador, September 9, 2021. REUTERS/Jose Cabezas Foto: Ilustrasi aplikasi pembayaran/REUTERS/JOSE CABEZAS

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Sentral Taiwan tengah mengerjakan mata uang digitalnya. Namun Gubernur Bank Sentral Taiwan Yang Chin-long, mengatakan, masih belum jelas kapan skema itu bisa diluncurkan ke publik.

Bank Sentral Taiwan menyebut telah mengerjakan percontohan untuk mata uang digital yang dikelola pemerintah selama dua tahun terakhir.

Mata uang digital itu dibuat untuk memungkinkan orang menggunakan dompet digital dan melakukan pembayaran tanpa menggunakan kartu debit atau kredit.


Berbicara di forum mata uang digital, Yang mengatakan mereka telah mensimulasikan penggunaan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, dalam lingkungan loop tertutup.

Bank sentral menghadapi tiga tugas utama berikutnya, termasuk berkomunikasi dengan publik dan mendapatkan dukungan mereka, memastikan stabilitas sistem, dan membangun kerangka hukum untuk operasi mata uang.

"Ini akan memakan waktu lama, setidaknya dua tahun, dan kemudian kami harus mengevaluasinya lagi," ujarnya dikutip dari Reuters, Kamis (30/6/2022).

Karena ini adalah proyek besar, tidak bisa dipastikan bisa diluncurkan dalam waktu dua tahun. Apalagi orang Taiwan juga terbiasa menggunakan uang tunai.

"Kita masih harus mendorong. Lagi pula, kebanyakan anak muda di masa depan akan menggunakan ponsel, jadi kita harus memikirkan generasi berikutnya," tuturnya.

Sepuluh negara telah meluncurkan mata uang digital bank sentral dan 105 negara lainnya sedang menjajaki opsi tersebut. Beberapa negara yang telah meluncurkan CBDC adalah China, India, dan Bahama.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan awal bulan ini bahwa pengembangan versi digital resmi dolar dapat membantu menjaga dominasi globalnya ketika negara-negara lain mengeluarkan versi mereka sendiri.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto Bikin Was-was, BI Kebut Penerbitan Rupiah Digital


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading