Bukan KTP, Ternyata Ini Data yang Jadi Rebutan Fintech

Tech - Demis Rizky Gosta, CNBC Indonesia
29 June 2022 15:20
Infografis: Aturan Baru KTP: Nama Tak Boleh 1 Kata & Tanpa Gelar

Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi perusahaan teknologi dari startup hingga unicorn, data adalah aset yang paling berharga. Namun, dari segudang data yang dikumpulkan oleh mereka, data apa yang jadi incaran?

Salah satu industri yang sangat bergantung kepada data adalah perusahaan teknologi finansial atau fintech. Apapun model bisnis mereka, mulai dari peer-to-peer lending, pay later, bursa kripto, hingga bank digital, fintech membutuhkan data dalam operasional mereka sehari-hari.

Bukan hanya untuk memastikan kesuksesan bisnis mereka. Perusahaan fintech juga dituntut untuk memiliki data terlengkap dan terakurat oleh regulator sektor keuangan.


Business Development Director Advance.ai Ronald Molenaar menjelaskan bahwa perusahaan fintech menggunakan data untuk proses know-your-customer secara digital. Tidak seperti model konvensional, perusahaan fintech didorong untuk menggunakan metode dan data alternatif untuk memastikan identitas calon pengguna.

Paling dasar, fintech tentu membutuhkan data yang tertera dalam kartu identitas yang diterbitkan negara seperti KTP, SIM, atau Paspor. Namun, mereka menggunakan metode jarak jauh untuk memverifikasi, biasanya dengan meminta pengguna menunjukkannya ke kamera ponsel.

Hanya saja, data dari KTP ternyata tidak begitu bisa diandalkan, terutama data alamat, padahal fintech sangat membutuhkan data yang satu ini untuk mengelola risiko. Kegunaan alamat, misalnya dalam risiko terburuk, untuk penagihan lewat surat atau secara langsung. 

Alasan ini, jelas Molenaar, yang mengharuskan fintech memiliki data alamat yang seakurat mungkin. Kini, lanjutnya, perusahaan yang memiliki data alamat paling akurat adalah perusahaan e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee.

Data alamat di KTP, biasanya sudah tidak menjadi domisili pemiliknya. Data alamat milik e-commerce pasti akurat, karena pengguna tentu tidak ingin barang yang mereka beli secara online sampai di tangan yang salah. "Karena itu, sekarang Toko Score, data mereka paling dicari," Molenaar, Rabu (29/6/2022).

Namun, harus ditegaskan bahwa fintech tidak bisa mengakses langsung data milik perusahaan e-commerce, tetapi hanya bisa memverfikasi data yang diserahkan pengguna ke mereka dengan data yang dimiliki entitas lain, termasuk perusahaan e-commerce.

Advance.ai adalah salah satu perusahaan milik Advance Intelligence, startup yang didanai oleh SoftBank Vision Fund, Warburg Pincus, dan Northstar. Terakhir, perusahaan yang juga merupakan induk dari perusahaan pay later Atome ini, meraih pendanaan seri D senilai US$400 juta yang meningkatkan valuasinya menjadi US$2 miliar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nyata, Orang Ini Terlilit Utang Usai Pinjam Uang ke 40 Pinjol


(dem)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading